Pengetian, Sejarah Dan Jenis-jenis Mesin Tik

Hallo guys, apakah kamu pernah menulis dengan alat ini? Yap, mesin tik. Namun, pernahkah kamu memikirkan siapa dan bagaimana proses terciptanya mesin ini? Nah, pada kesempatan kali in saya akan menjelasakannya. Langsung saja liat dibawah ini.

Pengertian

Mesin ketik atau mesin tik adalah mesin, atau alat elektronik dengan sebuah set tombol-tombol yang apabila ditekan, menyebabkan huruf dicetak pada dokumen, biasanya kertas. Dari awal penemuannya sebelum tahun 1870 sampai pada abad 20, mesin ketik banyak digunakan oleh para penulis profesional dan pekerja di kantor. Sejak saat itu, mesin ketik telah menjadi bagian dari bisnis perusahaan dan menjadi produk komersil di seluruh dunia.

Walaupun masih populer dengan beberapa profesi, seperti penulis, mesin ketik fungsinya telah teralihkan dengan kehadiran mesin lain. Pada akhir dasawarsa 1980-an, mesin pengolah kata dan komputer pribadi (personal computer) telah menggantikan fungsi mesin ketik di beberapa negara di dunia bagian barat. Walaupun demikian, mesin ketik masih digunakan di beberapa negara tertentu di dunia hingga saat ini.

1

 

Mesin ketik modern merupakan pengembangan dari mesin ketik yang pada awalnya diciptakan secara sederhana dan bertahap. Penemuan teknologi ini melibatkan penemu yang bekerja secara mandiri, baik secara perorangan maupun kelompok, yang menimbulkan persaingan antarpenemu selama beberapa dekade.

Seperti penemuan mobil, telepon, dan telegraf, di mana sejumlah orang saling memberikan kontribusi terhadap penemuan mesin ketik ini sehingga pada akhirnya menciptakan suatu produk komersil yang sukses.

Dalam sejarah perkembangan mesin tik dapat di kemukakan beberapa penemu/pencipta antara lain:

  • Guiseppe Ravizza dari Jerman pada tahun 1855, penemu pita mesin tik yang pertama di dunia
  • Pelle Grino Turri dari Italia pada tahun 1855, mempunyai andil dalam perkembangannya sehingga mesin tik dalam rekamannya menggunakan pita mesin sehingga dengan demikian hasilnya dapat di baca dengan mudah dan jelas.
  • Jacob Peterson dari Denmark pada tahun 1885, juga termasuk orang dalam penyempurnaan alat-alat mesin tik.
  • Peter Mitter Hofer dari Austria pada tahun 1964, menemukan atau menciptakan mesin tik yang di buat dari kayu.
  • Karel Von Drois, dari jerman pada tahun 1820, mempunyai andil yang besar dalam perkembangan alat tersebut, sehingga alat-alat yang sejenis bermunculan di temukan, dalam hal ini mesin hitung.
  • Antara tahun 1870 – 1900 ternyata model – model yang di ciptakan berganti – ganti. Tokoh – tokoh pencipta mesin tik yang tercatat di antaranya :
  1. Vos , Hall, hamond tahun 1880
  2. Blickenderfan tahun 1893
  3. Dawgherty tahun 1890
  4. Oliwer tahun 1890

Penemuan awal

Penemuan mesin ketik diawali pada tahun 1714, saat Henry Mill memperoleh hak paten karena menciptakan sebuah mesin yang menyerupai mesin ketik. Di samping itu muncul pula penemuan kertas karbon oleh Pellegrino Turri yang merupakan salah satu cikal bakal dari komponen mesin ketik. Pada tahun 1829, William Justin Burt menciptakan sebuah mesin yang disebut “typowriter”, yang dikenal sebagai mesin ketik pertama.

2

Walaupun demikian, mesin ini bekerja lebih lama daripada menulis dengan menggunakan tangan, sehingga Burt tidak dapat menemukan seorang pembeli atau pihak perusahaan yang mau membeli hak paten tersebut. Hal ini menyebabkan mesin itu tidak dapat diproduksi untuk komersil. Mesin ketik ini digunakan dengan cara putaran, bukan tombol-tombol untuk memilih karakter, sehingga disebut “index typewriter”, bukan “keyboard typewriter”.

Pada pertengahan tahun 1800, secara global dapat dilihat adanya peningkatan komunikasi bisnis. Kejadian ini menciptakan kebutuhan akan proses penulisan secara mekanik, sehingga proses menulis menjadi lebih cepat. Pada tahun 1829 sampai 1870, penemuan mesin ketik banyak bermunculan di negara-negara Eropa dan Amerika, namun tidak ada yang berhasil membuat mesin ketik menjadi sebuah produk yang dihasilkan secara komersil.

Kemudian pada tahun 1855, Giuseppe Ravizza, seorang berkebangsaan Itali, menciptakan sebuah prototipe mesin ketik. Pada akhirnya, pada tahun 1861, Father Francisco João de Azevedo, seorang pendeta Brazil, menciptakan mesin ketik buatannya sendiri. Penemuan ini menimbulkan klaim bahwa ia adalah seorang penemu sejati mesin ketik.

Klaim ini kemudian menimbulkan kontroversi. Di antara tahun 1864 sampai 1867, Peter Mitterhofer, seorang tukang kayu berkebangsaan Austria, berhasil mengembangkan beberapa model mesin ketik dan prototipe ini dapat berfungsi secara penuh pada tahun 1867.

Hansen Writing Ball

Pada tahun 1865, Rev. Rasmus Malling-Hansen menciptakan “Hansen Writing Ball”, yang kemudian menjadi mesin ketik pertama yang dijual secara komersil pada tahun 1870. Berdasarkan penjelasan pada buku “Who is The Inventor of The Writing Ball” pada tahun 1865, papan ketik yang digunakan dalam mesin ketik ini terbuat dari keramik. Dalam proses penetapan standar papan ketik tersebut terjadi beberapa tahap eksperimen dalam penempatan tombol-tombol huruf yang berbeda.

3

Eksperimen terhadap penempatan tombol-tombol ini bertujuan untuk mencapai acceptance menulis yang paling tinggi. Hal ini menyebabkan Hansen Witing Ball merupakan mesin ketik pertama yang dapat memproduksi teks lebih cepat daripada menulis dengan tangan secara manual. Eksperimen terhadap mesin ketik yang diciptakan oleh Malling-Hansen ini tetap mengalami perkembangan sejak tahun 1870 sampai sekitar tahun 1880.

Mesin ketik pertama kali yang sukses secara komersil diciptakan oleh C. Latham Sholes, Carlos Glidden dan Samuel W. Soule pada tahun 1867. Penemuan ini kemudian memperoleh hak paten dan dibeli oleh E. Remington and Sons, sebuah perusahaan manufaktur.

Walaupun demikian, mesin ini pada awalnya masih memiliki beberapa kekurangan antara lain juru tulis tidak dapat melihat hasil ketikan secara langsung dan adanya kesulitan akan penempatan tuts yang digunakan untuk kembali pada posisi semula. Hal ini kemudian dapat diatasi dengan munculnya “visible typewriters” seperti mesin ketik Oliver pada tahun 1895.

Penjarakan Proporsional

Pada tahun 1941, IBM mendeklarasikan penemuan “Electromatic Model 04”, yang menonjolkan pada konsep revolusioner penjarakan proporsional (proportional spacing). Konsep ini membuat mesin ketik mempunyai jarak yang sama pada setiap karakter yang berbeda, dapat menampilkan hasil ketik, serta memperkenalkan inovasi pita pada mesin ketik yang menyebabkan huruf-huruf yang diketik menjadi lebih tajam sehingga hasil ketik menjadi lebih jelas.

Standardisasi

Mesin ketik manual mencapai desain yang mengalami standardisasi pada tahun 1910. Standarisasi ini antara lain tampak pada bentuk mesin ketik dan penempatan huruf-huruf dalam papan ketik.

Inovasi yang muncul adalah penemuan tombol ”shift”. Tombol ini membuat satu tombol dapat mengetikkan dua buah karakter yang berbeda. Tombol ”shift” dapat membuat huruf-huruf menjadi huruf kapital. Di samping itu, tombol ini juga dapat digunakan untuk mengetik simbol-simbol tertentu, salah satunya adalah ”persen” (%).

1-1

Adapula model ”Barlet”, yang mempunyai tombol ”shift” ganda sehingga satu tombol mempunyai tiga fungsi yang berbeda. Inovasi ini membawa dampak positif kepada pihak produsen dan konsumen. Antara lain dalam hal pengurangan biaya produksi serta penyederhanaan dalam operasionalisasinya.

Hal tersebut menyebabkan tingginya tingkat adopsi akan teknologi ini. Kelemahan dari penemuan tombol ”shift” ini terletak pada mekanismenya, yakni dalam pengoperasiannya membutuhkan tenaga yang lebih besar. Hal ini menimbulkan kesulitan ketika menggunakan tombol tersebut untuk mengetik karakter-karakter tertentu. Kemudian muncul penemuan tombol ”shift lock” yang merupakan cikal-bakal dari tombol ”caps lock”.

Inovasi mesin ketik lainnya muncul pada awal abad ke 20. Pada saat itu, mesin ketik dipasarkan dengan nama ”Noiseless” yang dikembangkan oleh Wellington Parker Kidder dan dipasarkan pada tahun 1917. Pada tahun 1929, mesin ketik ini mulai diproduksi.

Penemuan ini gagal karena dianggap tidak berhasil menarik perhatian dan antusiasme konsumen. Dengan adanya kejadian ini maka beberapa peneliti menyimpulkan bahwa bunyi ”klak-klak” yang dihasilkan mesin ketik merupakan preferensi konsumen. Hal ini juga menyatakan bahwa klaim pengoperasian mesin ketik yang ’hening’ adalah tidak benar.

Model Elektrik

Mesin ketik elektrik pertama diproduksi oleh Blickensderfer Manufacturing Company pada tahun 1902. Mesin ketik tipe ini pada awalnya tidak sukses secara komersil karena belum adanya standardisasi listrik dan perbedaan yang ada di tiap kota. Pada tahun 1909, Charles dan Howard Krum mendapatkan hak paten atas penemuannya. Pada tahun 1914 diciptakan sebuah mesin ketik yang dapat dioperasikan dengan daya tertentu.

1-2

Model mesin ketik elektrik ini menyingkirkan hubungan mekanik langsung antara tombol-tombol dengan elemen yang menyangkut pada kertas. IBM dan Remington Rand merupakan model mesin ketik yang terkemuka, hingga pada suatu saat IBM memperkenalkan mesin ketik ”IBM Selectric” pada tahun 1961, yang menggantikan typebar dengan typeball. Desain seperti ini memiliki banyak keuntungan antara lain yaitu kemudahan dan kelancaran dalam pengoperasian mesin ketik serta kualitas hasil ketik yang lebih tinggi.

Inovasi selanjutnya yaitu ”Correcting Selectrics”, sebuah fitur yang berfungsi untuk mengoreksi kesalahan pada hasil ketik. Cara kerja sistem ini yaitu selotip yang berada di depan pita karbon film dapat menghapus bubuk hitam pada pada karakter yang diketik di kertas. Ada dua tipe mesin ketik yang mempunyai konsep penjarakan proporsional, yaitu ”IBM Electronic Typewriter 50” dan ”Selective Composer”, yang dilengkapi dengan fitur justifikasi pada margin kanan.

Papan Ketik

Tata letak ”qwerty” pada papan ketik sudah menjadi standarisasi dan tetap digunakan hingga saat ini. Pada tahun 1874, Sholes dan Glidden menciptakan mesin ketik dengan tata letak papan ketik ”qwerty”. Tata letak ini telah menjadi standar dalam mesin ketik dan papan ketik komputer yang berbahasa Inggris.

1-3

Tipe ”qwerty” disesuaikan di beberapa negara lain, seperti ”qzerty” di Itali, ”azerty” di Perancis, dan ”qwertz” di Jerman. Tata letak ini dianggap kurang efisien karena memperlambat juru tulis dalam mengetik. Walaupun demikian, tata letak seperti ini dapat mengurangi frekuensi typebar yang mengganjal dan macet pada mesin.

Kemudian muncul sejumlah usulan mengenai tata letak yang radikal, seperti “Dvorak”, tetapi tidak ada yang mampu menggantikan ”qwerty”. Mesin ketik ”Blickensderfer” dengan tata letak ”Dhiatensor” mempunyai kemungkinan sebagai usaha pertama yang mengoptimalkan tata letak mesin ketik untuk keuntungan efisiensi.

Jenis Mesin Ketik

A. Berdasarkan ukuran mesin

  • Mesin ketik Gandaran Pendek – Gandarannya berukuran 9,11 dan 13 inchi, dimana 1 inchi 2,54 cm.
  • Mesin Ketik Gandaran Sedang – Gandarannya lebih panjang dari badan mesin tik, biasanya berukuran 15, 18, 21 atau 24 inchi.
  • Mesin Ketik Gandaran Panjang – Mesin tik ini mempunyai gandaran kira-kira 2 kali lebar badan mesin yang berukuran 27,36 Inchi atau lebih.
  • Mesin Ketik Portable – Ukuran mesin ketik kecil dan ringan sehingga dapat dibawa kemana saja. Mesin jenis ini dilengkapi dengan satu buah tutup yang menyerupai tas kecil.
  • Mesin Ketik Semi Standar – Ukuran mesin ketik sedang dan memiliki komponen yang lebih lengkap dari jenis mesin ketik portable.
  • Mesin Ketik Standar – Ukuran mesin ketik besar dan berat sehingga sulit dipindahkan. Mesin jenis ini mempunyai perlengkapan yang lebih sempurna dari kedua jenis mesin ketik lainnya.

B. Berdasarkan ukuran huruf

  • Mesin ketik huruf Pica (Pica type) – Mesin ketik ini biasanya digunakan untuk menulis karya ilmiah. Huruf Pica adalah jenis huruf ukuran besar, setiap satu inci ketikan menempati sepuluh hentakan.
  • Mesin ketik huruf Elite (Elite type) – Mesin ketik ini digunakan untuk mengetik huruf elite, yang ukurannya lebih kecil dari huruf Pica. Setiap satu inci ketikan memuat dua belas hentakan.

C. Berdasarkan tenaga penggerak

  • Mesin ketik manual (manual typewriter) – Jenis mesin ketik ini sering disebut dengan mesin ketik tangan, karena digerakkan oleh tangan manusia yang meliputi memencet tombol, menggeser gindaran, dan sebagainya.

4

Ciri-ciri

  • Komponennya bersifat mekanis atau hanya bergerak bila dioperasikan.
  • Digerakkan dengan tenaga tangan manusia.
  • Gandaran dapat digeser ke kanan dan ke kiri.
  • Letak pita dapat diatur ke atas, tengah, dan bawah.
  • Rol pita (spool) dapat menggulung pita ke kanan dan ke kiri.
  • Ukuran huruf pica dan elite.
  • Untuk mengganti baris digunakan kait.
  • Mencetak dengan batang huruf (type block).
  • Panjang gandaran maksimum 27 inci.
  • Ukuran

Standar

  • Panjang gandaran antara 13 sampai 27 inci.
  1. Dapat digunakan untuk mengetik kertas yang berukuran double folio penuh atau A2 dan A3.
  2. Papan tuts lengkap dengan sistem tabulator penuh.
  3. Nama lain mesin tik ukuran ini adalah mesin tik serbaguna (all purpose typewriter).
  • Semistandar
  1. Panjang gandaran 13 inci.
  2. Dapat digunakan untuk mengetik kertas ukuran 1½ folio atau A4.
  3. Tabulator sederhana, tapi ada juga yang meng­gunakan sistem tabulator tetap, misalnya 5 ketukan setiap tabulatornya.
  • Portabel
  1. Panjang gandaran hanya 10 inci.
  2. Mesin tik ini bentuknya kecil hingga memudah­kan dibawa ke mana-mana.
  3. Tidak memiliki sistem tabulator.
  4. Hanya mampu mengetik kertas berukuran folio.

Komponen

Pada umumnya, mesin tik manual memiliki tiga komponen utama, masing-masing komponen diterangkan di bawah ini.

1. Gandaran (carriage)

Bagian mesin tik yang berjalan di atas rel dan dapat digerakkan ke kanan dan ke kiri. Bagian-bagian yang terdapat di dalam gandaran, meliputi

  • Tombol penggulung (platen knob) : Digunakan untuk memutar rol ke depan dan ke belakang.
  • Pembebas jarak baris (variable line spacer) : Digunakan untuk membebaskan kunci jarak baris.
  • Pembebas rol (roller release) : Digunakan untuk membebaskan rol dari gigi jarak baris.
  • Pembebas gandaran (carriage release lever) : Digunakan untuk membebaskan gandaran se­ke kiri gandaran dapat digerakkan ke kanan
  • Pembebas kertas (paper release lever) : Digunakan untuk membebaskan kertas pada pinggir kiri, meluruskan pemasangan kertas pada pinggir kiri dan melonggarkan kertas agar mudah dicabut.
  • Pembebas tabulator (complete tabulator clearing lever) : Digunakan untuk membebaskan semua pasak ta­bulator secara bersamaan.
  • Pengatur jarak baris (line space regulator) : Digunakan untuk memberi jarak baris ketika mengetik.
  • Papan kertas (paper rest, paper table) : Digunakan untuk meletakkan kertas pada saat dipasangkan dan untuk mengetahui lebar kertas.
  • Penuntun kertas (paper guide) : Digunakan untuk menentukan tempat pinggiran kertas di sebelah kiri.
  • Rol (cylinder, roler) : Digunakan untuk menggulung kertas. Di bawah bagian ini terdapat rol lebih kecil yang berguna un­tuk memegang kertas pada rol (paper holder bail)
  • Mistar kertas (paper bail) : Digunakan untuk menjepit kertas pada rol. Pada mistar kertas terdapat skala penuntun kertas (paper guide scale) yang berfungsi untuk menen­tukan penempatan kertas.
  • Penekan segi (margin stop) : Digunakan untuk menentukan batas pinggir kiri dan kanan dari kertas. Pada bagian kiri komponen ini terdapat papan penghapus (eareser table) yang berfungsi sebagai landasan saat menghapus.
  • Kait (carriage return, line space lever) : Digunakan untuk menggeser gandaran ke kanan secara otomatis dan menarik kertas ke atas. Selain itu, bisa juga digunakan untuk membuat baris baru.

2. Kerangka mesin tik

Merupakan rangkaian peralatan mekanik yang meng­hubungkan papan tuts dengan gandaran. Kerangka mesin tik terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut.

  • Kunci gandaran (carriage lock) : Digunakan untuk mengunci gandaran pada saat mesin tidak digunakan.
  • Pemegang kartu (card and label holder) :Digunakan untuk menekan kartu, label, kuitansi, dan amplop agar tidak merapat pada roll atau bergeser.
  • Penuntun garis (line indicator) : Digunakan untuk menuntun garis ketikan karena garis ini terletak pada bagian tengah pemegang label dan berada tepat pada sepatu huruf.
  • Lubang penggaris (ruling holes) : Alat ini terletak pada pemegang label dan ber­guna untuk membuat garis tegak atau datar pada ketikan.
  • Titik ketik (print point, pointer) : Terletak di antara dua pemegang label dan ber­guna untuk mengetahui letak huruf dengan tepat.
  • Pita (ribbon) : Biasanya, lebar pita sekitar 13 mm dan mengguna­kan tinta karbon yang berfungsi untuk memberi warna huruf atau hasil ketikan pada kertas. Berdasarkan pembuatnya ada dua jenis pita, yaitu pita katun dan pita plastik. Pita katun terbuat dari bahan katun dan bisa digunakan berkali-kali. Pita ini terdiri dari dua warna, yaitu hitam dan hitam-­merah. Sedangkan pita plastik terbuat dari plastik dan hanya dapat digunakan sekali. Biasanya, pita plastik digunakan untuk cetak offset. Pita ini hanya mempunyai satu warna, yaitu hitam.
  • Penggulung pita (roll, spool) : Penggulung pita terletak di bawah tutup mesin, di sebelah kiri dan kanan mesin tik. Ujung kaitnya ber­ada di tengah dan berfungsi untuk menggulung pita.
  • Penggetar pita (ribbon vibrator) : Berfungsi sebagai pemegang pita untuk mengu­rangi getaran pada waktu pengetikan. Di antara pemegang pita terdapat penuntun pita (ribbon guide).
  • Pengembali putaran pita (ribbon feed release) : Pengembali putaran pita terletak di kin dan kanan dekat spool dan berfungsi untuk menggeser putar­an pita ke arah spool yang kosong.
  • Pengerem pita (ribbon brake lever; flap) : Pengerem gulungan pita yang berfungsi untuk menghindari terlipatnya gulungan pita.
  • Pengatur pita (ribbon indicator; ribbon selector switch) : Berfungsi untuk mengatur warna hasil ketikan sesuai dengan warna pita. Bagian atas hitam, bawah merah, dan tengah netral. Biasanya di­gunakan untuk mengetik kertas sheet.
  • Balok huruf (letter block) : Bagian ini terdiri dari balok huruf, angka, simbol, dan tanda baca lainnya. Balok huruf ini terletak di bawah tutup mesin.
  • Bel (bell) : Letaknya di bawah gandaran dan berfungsi untuk memberi isyarat bahwa pengetikan tinggal lima atau enam hentakan lagi.

3. Papan tuts (keyboard)

Papan tuts terdiri dari empat bagian, yaitu tuts angka, huruf, simbol, dan tanda baca.

  • Tuts huruf

Terdiri dari 26 huruf, yaitu tuts basis (A S D F G H J K L), tuts pangkal (Z X C V B N M , . ?) dan tuts­tuts deretan paling atas (Q W E R T Y U I O P 1/2).

  • Tuts angka, simbol, dan tanda baca

Tuts angka terdiri dari 10 angka (0-9) dan ter­letak pada deretan paling atas. Pada tuts angka ini terdapat simbol (di bagian atas) yang akan mun­cul bila kita menekan tombol shift.

  • Kunci pengubah (shift lock)

Tuts yang terletak di sebelah kiri tuts A dan ber­fungsi untuk mengetik huruf kapital. Sedangkan untuk mengembalikan ke huruf kecil, tekanlah tuts pengubah (di bawahnya).

  • Tuts pengubah (shift key)

Tuts tanpa tanda dan terletak di ujung kiri-kanan pada deretan paling bawah. Berfungsi untuk me­ngetik huruf kapital satu per satu serta tanda baca atau simbol yang terletak di bagian atas.

  • Bilah spasi (space bar)

Terletak di bawah deretan tuts huruf dan berfungsi untuk menggeser gandaran ke kiri atau untuk membuat spasi.

  • Tuts tabulator desimal

Minimal terdapat 8 tuts: 1,100,1000, dan se­terusnya yang berfungsi untuk pengetikan lurus antara desimal, satuan, puluhan, dan seterusnya.

  • Tuts kunci tabulator (tab set key)

Tuts dengan tanda (+) atau tab + ini terletak di bagian atas dan berfungsi untuk memasang pasak tabulator (tab stop).

  • Tuts pembebas tabulator (tab clearing key)

Tuts dengan tanda (-) atau tab – ini terletak di bagian atas yang berfungsi untuk menggeser gan­daran ke kanan.

  • Tuts tabulator (tab key/bar)

Tuts dengan tanda tabs ini terletak di bagian atas yang berfungsi untuk menggeser gandaran ke kanan.

  • Tuts spasi ganda (double space setter)

Tuts dengan tanda / / / yang terletak di ujung kiri ini berfungsi untuk mengetik huruf dengan jarak satu spasi secara otomatis.

  • Tuts pembebas pasak (margin release)

Tuts dengan tanda = => <= = I I <= = = => : : MR ini terletak di sebelah kiri tuts Q. Tuts ini berfungsi untuk membebaskan pasak kanan apabila kita mengetik beberapa huruf yang harus dirangkai, tetapi sudah melewati batas ketikan.

  • Tuts pemundur (back space)

Tuts dengan tanda = =>, <= = ini berfungsi untuk memundurkan gandaran satu spasi tiap ditekan satu kali.

  • Bilah spasi pengulang (repeat space bar)

Terletak di sebelah kanan atau kiri bilah spasi, biasanya diberi warna merah dengan tulisan Auto­matic atau Repeat Spacer. Tuts ini berfungsi untuk membuat spasi berulang.

  • Mesin ketik listrik (electric typewriter) – Mesin ketik ini digerakkan oleh tenaga listrik. Dalam pengoperasiannya, manusia berperan sebagai pengendali.

5

Ciri-Ciri

  • Mesin ketik elektronik dilengkapi dengan pita penghapus yang dapat menghapus jika ada kesalahan.
  • Mesin ketik elektronik memiliki lebih dari satu tipe huruf.
  • Gandaran pada mesin ketik elektronik tidak bergerak.
  • Mesin ketik elektronik tidak menggunakan pangkal huruf.
  • Tenaga penggeraknya menggunakan bantuan listrik yang pasti membedakan dengan mesin ketik manual.
  • Tenaga kerja mesin ketik elektronik bekerja secara mekanis.
  • Mesin ketik elektronik terdapat saklar on atau off switch pada bawah tuts-tuts huruf di keyboard.

Cara Kerja

  • Hidupkan Mesin Tik.
  • Putar ke atas pemandu kertas dan menempatkan selembar kertas belakang roller.
  • Gulung kertas ke tempatnya.
  • Tekan tombol di ujung roller untuk membebaskan kertas untuk penyesuaian kecil.
  • Sesuaikan kertas dan tekan tombol lagi untuk mengencangkan roller.
  • Mengatur spasi baris dengan tuas kunci di atas mesin tik atau belakang roller.
  • Tempatkan tangan Anda pada tombol, dengan jari telunjuk Anda pada tombol F dan J dan jari kelingking Anda pada tombol A dan titik koma.
  • Ketik tepat dan sengaja sampai Anda mendengar bel marjin (jika ada).
  • Dorong tuas carriage return dari kiri ke kanan, atau tekan Enter pada mesin tik listrik, dan mulai mengetik lagi.
  • Lanjutkan sampai Anda mencapai bagian bawah kertas.
  • Jika Anda membuat kesalahan, gunakan cairan koreksi atau menghapusnya (jika Anda menggunakan kertas dihapus) dan jenis atas kesalahan.
  • Ulangi dengan selembar kertas baru.

Jenis-Jenis Memori Mesin Ketik Elektonik

  1. Mesin yang hanya dapat mengoreksi : Mesin ini mempunyai memori kecil yang menyimpan (sekitar enam hingga beberapa ratus karakter huruf) apa yang baru saja diketik/koreksi dapat dibuat dengan satu pukulan tombol yang mengangkat kesalahan ketik dan huruf yang benar menggantikannya.
  2. Mesin yang dapat menyimpan : Mesin ini memungkinkan paragraf yang kerap digunakan surat singkat, dan sebagainya untuk diketik secara otomatis (20 karakter per detik) dan menggabungkannya dengan teks lain. Memorinya dapat mencapai lebih dari 100 karakter.
  3. Mesin yang dapat digunakan untuk mengedit : Mesin ini memiliki memori yang jauh lebih besar hingga 64.000 karakter.

Fasilitas-Fasilitas Utama Mesin Ketik Elektronik

  1. Koreksi pengangkatan otomatis : Mesin ketik elektronik memiliki memori koreksi yang mengingat karakter yaang baru saja diketik.
  2. Ada mesin yang hanya dapat mengoreksi satu baris, yang lain lagi dapat mengoreksi karakter yang tersebar pada beberapa baris. (NB: Mesin ketik yang dapat digunakan untuk mengedit melakukan pengeditan didalam memori mesin sehingga tidak perlu membuat koreksi pengangkatan atas apa yang telah diketik di atas kertas).
  3. Peraga baris (line display) : Banyak mesin yang memiliki peraga LED (Light Emitting Diode) yang memperlihatkan 10 hingga 40 karakter sehingga memungkinkan dilakukannya koreksi pada peraga sebelum dicetak.
  4. Spasi dan pitch yang profesional : Jumlah karakter yang dapat diketik pada satu inci disebut pitch. Spasi yang proporsional mengubah-ubah jumlah karakter dalam satu inci sebanding dengan ukuran individualnya sehingga menghasilkan efek yang rapi.
  5. Fasilitas pengeditan : Pengeditan dasar adalah koreksi yang dibuat karakter sehingga sangat lambat bila orang lain ingin menghapus sejumlah kata. Tidak mudah untuk mengubah kata atau kalimat di dalam dokumen karena kata atau kalimat itu harus dihapus lebih dahulu dan kemudian diketik kembali.
  6. Cetak tebal : Ini didapatkan terutama pada mesin “heavy duty” dan efeknya ditimbulkan dengan daisy wheel yang menghantam pita sebanyak dua kali, pukulan kedua sedikit bergeser ke samping sehingga menimbulkan efek citra sangat jelas dan rapi.
  7. Penjajaran (justification) : Margin kanan diratakan secara otomatis.
  8. Garis bawah otomatis : Sewaktu kata diketik, kata tersebut digaris bawahi secara otomatis, tidak perlu kembali ke depan kata bersangkutan dan mengetik ulang garis bawahnya.
  9. Penempatan di tengah (centering) : Judul dan sebagainya dapat secara otomatis diletakkan di tengah dengan menyentuh sebuah tombol.
  10. Tabulasi decimal : Kolom angka decimal dapat dibariskan secara otomatis pada titik decimal.
  11. Tombol setengah spasi : Gerakan dengan setengah spasi, jadi koreksi kesalahan ejaan dengan menyisipkan huruf yang terlewatkan dapat dilakukan.
  12. Pengumpan kertas otomatis : Ini adalah pengumpan otomatis lembaran kertas ke dalam posisi yang sudah ditentukan sebelumnya. Kertas pun siap untuk diketik.
  13. Tombol pengulang otomatis : Bila tombol tetap ditekan, maka karakter yang sama akan terus diketik.
  14. Penggeser mundur kereta otomatis : Setiap kali akhir baris dicapai, roda huruf secara otomatis berpindah kebaris berikutnya.
  15. Inden blok : Satu blok kertas atau paragraf dapat secara otomatis diinden (dimulai beberapa ketikan dari margin kiri) sehingga meningkatkan mutu penyajian.
  16. Memori formulir : Tata letak formulir dapat disimpan dengan menekan sebuah tombol, posisi dapat digerakkan dengan cepat ke atas, ke bawah dan ke samping, suatu keistimewaan yang sangat berguna untuk formulir yang sudah dicetak sebelumnya.
  17. Tabulasi garis vertikal : Bila beragam terjadi dari satu posisi tabulasi ke posisi tabulasi yang lain, maka garis vertikal dapat dicetak secara otomatis.

Komponen-Komponen Mesin Ketik Elektronik

  1. Pita Mesin Ketik : Sebagian besar mesin ketik dapat menggunakan pita dari berbagai pabrik dan harga sangat bervariasi. Dewasa ini, kebanyakan mesin ketik dengan bola huruf menggunakan jenis pita yang sama. Dalam memilih pita sebaiknya anda memeriksa harga dari penyalur yang berbeda untuk mendapatkan harga yang masuk akal.
  2. Kertas Sinambung : Bila formulir rutin yang panjang seperti faktur harus diisi juru ketik, banyak waktu yang dihabiskan untuk menyisipkan kertas karbon dan memasang formulir ke dalam mesin. Persiapan ini dapat sangat dikurangi dengan penggunaan kertas sinambung. Alat tambahan dapat dipasang pada kereta mesin ketik untuk mengambil sejumlah formulir yang tercetak pada lembaran yang panjang yang biasanya dilipat secara zigzag. Formulir yang berurutan dengan demikian diumpankan ke dalam mesin hanya dengan memutar silinder.

Mesin Ketik Elektronik yang Dihubungkan dengan Komputer

Mesin ketik dapat dihubungkan dengan komputer mikro sehingga berfungsi sebagai pencetak (printer) atau terminal masukkan (input terminal). Microwriter hanya memiliki enam tombol dan berukuran 9 x 4 inci.

Pada bagian atasnya terdapat peraga kristal cair 14 karakter dan pada masing-masing ujungnya terdapat soket untuk dihubungkan dengan TV atau monitor, pencetak, tape-recorder dan adaptor listrik. Memori sekitar 8 KB dan dapat menyimpan sekitar 5 halaman naskah ketik berukuran A4.

Kecepatannya sekitar 50 kata per menit. Hubungan TV (TV interface) diperlukan untuk memperagakan hingga 24 baris teks sekaligus dan hingga 60 karakter pada setiap baris.

Gimana dengan penjelasan diatas? Sekarang kamu sudah tahukan mengenai sejarah mesin ketik. Nah, semoga setelah membaca artikel diatas bisa sangat bermanfaat dan menambah wawasan. Selamat membaca ya.