Pentingnya Mengetahui Cara Kerja Dan Efek Samping Dari Kemoterapi

“Kemoterapi“, mungkin istilah ini sering terdengar oleh kita, baik melalui omongan orang-orang di sekitar kita ataupun dari media elektronik, televisi misalnya. Terlebih ketika ada artis yang menjalani terapi kemo ini. Lalu apasih yang di maksud dengan kemoterapi?

Apa itu Kemoterapi?

4

Kemoterapi adalah salah satu prosedur perawatan yang paling umum diberikan untuk kanker. Terapi ini mengandalkan kemampuan dari obat-obat khusus untuk menghancurkan sel-sel kanker yang menyerang tubuh. Obat tesebut bekerja dengan memperlambat maupun menghentikan pertumbuhan sel kanker. Bagaimanapun, pasien kanker perlu mempertimbangkan terapi dengan cermat sebelum mereka menjalani tindakan tersebut. Ini karena kemoterapi juga dapat membahayakan sel-sel sehat yang membagi diri dengan cepat, tidak hanya sel ganas.

Ada lebih dari 100 jenis obat kemo yang digunakan dalam banyak kombinasi. Obat kemoterapi tunggal dapat digunakan untuk mengobati kanker, tetapi yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan beberapa obat dalam urutan tertentu atau dalam kombinasi tertentu (disebut kombinasi kemoterapi). Beberapa obat kemoterapi dengan cara yang berbeda-beda (mekanisme kerja berbeda) dapat bekerja sama untuk membunuh sel-sel kanker dengan lebih hebat. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi kemungkinan resistensi kanker terhadap obat kemoterapi tunggal.

Dokter akan memilihkan jenis obat yang disesuaikan dengan jenis kanker dan berbagai pertimbangan lain yang tentunya setelah berdiskusi dengan pasien, termasuk mengenai dosis, bagaimana obat akan diberikan, dan seberapa sering dan berapa lama seseorang menjalani kemoterapi.

Jenis-jenis Kemoterapi

Kemoterapi kuratif, yaitu pengobatan kemoterapi yang ditujukan untuk membasmi serta menghancurkan semua sel kanker yang ada di dalam tubuh. Biasanya dilakukan ketika di awal pengobatan dan terkadang menjadi satu-satunya jenis pengobatan yang dilakukan.

Kemoterapi adjuvan adalah kemoterapi yang biasa dilakukan setelah melakukan pengobatan kanker lainnya, seperti operasi atau radiasi. Cara ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin masih tertinggal dan belum bisa diatasi oleh pengobatan sebelumnya.

Kemoterapi neoadjuvan, yaitu kemoterapi yang diberikan pada pasien sebelum mereka melakukan pengobatan lain. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi sel kanker atau mengurangi ukuran tumor yang ada, sehingga mudah untuk melakukan pengangkatan tumor ketika operasi.

Kemoterapi paliatif, merupakan jenis kemoterapi yang diberikan pada pasien yang mengalami kanker dengan stadium lanjut. Tujuan dari kemoterapi paliatif adalah meringankan gejala yang ditimbulkan sel kanker, menghambat perkembangan sel kanker, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Tujuan Dari Kemoterapi

Berdasarkan pada stadium dan jenis kanker, untuk tujuan dari kemoterapi yakni:

  1. Mencegah penyebaran kanker
  2. Menyembuhkan penyakit kanker dengan menyeluruh
  3. Memperlambat pertumbuhan dari sel kanker
  4. Mengurangi atau meredakan gejala karena kanker
  5. Membunuh sel kanker di mana kemungkinan sel kanker tersebut telah menyebar menuju bagian yang lain

Oleh karena itu, tidak berarti jika seseorang menjalani kemoterapi, keseluruhan tujuan sebelumnya bisa terpenuhi. Karena semua itu tergantung, tergantung dari stadium dan jenis kanker yang diderita. Di mana dokter akan menjelaskan mengenai itu dengan spesifik.

Cara Kerja

CT scanner with patient and doctor

Terdapat tiga fungsi berbeda dalam kemoterapi, dimana kemampuannya untuk berfungsi cenderung berbeda pada setiap pasien tergantung dari tingkat dan beratnya kanker. Kemo, seperti pada umumnya dikenal, diharapkan dapat:

  • Menyembuhkan kanker : Kemoterapi dapat menghancurkan sel kanker secara lengkap hingga tidak dapat lagi terlihat. Prosedur kemoterapi dikatakan berhasil menyembuhkan penyakit jika sel kanker tidak dapat tumbuh lagi.
  • Merawat kanker : Kemo dapat menghambat penyebaran lebih jauh dari sel kanker dengan cara mengecilkan pertumbuhannya. Bagaimanapun, pada beberapa kasus, tindakan ini hanya bekerja selama pasien tersebut melakukannya secara berkelanjutan. Saat perawatan berhenti, sel-sel kanker dapat tumbuh lagi.
  • Meringankan gejala kanker : Kemo dapat digunakan secara khusus untuk menargetkan tumor tertentu yang menyebabkan tekanan atau nyeri pada bagian tubuh yang terkena.
  • Meningkatkan kerentanan terhadap infeksi : Kemo juga dapat digunakan pada berbagai tipe lain dari pengobatan kanker, seperti pembedahan, terapi biologis, terapi radiasi. Berikut adalah peran khusus kemoterapi ketika digunakan pada pilihan terapi kombinasi:

Kapan Dilakukan Kemoterapi?

Kemoterapi terkadang dilakukan sebagai satu-satunya upaya penyembuhan kanker. Namun sering kali kemoterapi dilakukan bersama-sama dengan tindakan operasi, terapi radiasi untuk kanker, atau terapi biologis lain. Umumnya kemoterapi dilakukan pada saat:

  • Sebelum operasi atau terapi radiasi, agar ukuran tumor menjadi lebih kecil.
  • Setelah operasi atau terapi radiasi, untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa.
  • Saat dilakukan terapi radiasi dan terapi biologis, untuk memaksimalisasi efeknya.
  • Mencegah kembalinya pertumbuhan sel kanker atau penyebaran pada bagian tubuh lain.

Cara pengobatan kemoterapi dilakukan tergantung kepada jenis kanker yang diderita, terdiri dari:

  • Topikal: Digunakan melalui krim yang dioleskan pada kulit.
  • Oral: Kemoterapi dalam bentuk pil, kapsul, atau cairan yang diminum.
  • Suntik: Diberikan melalui suntikan pada otot atau lapisan lemak misalnya di lengan atau perut.
  • Intraperitoneal (IP): Kemoterapi langsung diberikan ke dalam rongga perut yang terdapat usus, hati, dan lambung di dalamnya.
  • Intra-arteri (IA): Kemoterapi langsung dimasukkan ke dalam arteri yang menyalurkan darah ke kanker.
  • Intravenous (IV): Kemoterapi langsung dimasukkan ke pembuluh darah vena.

Efek Samping

 

efek

Tergantung jenisnya, kemoterapi ada yang diberikan setiap hari, seminggu sekali, tiga minggu sekali, bahkan sebulan sekali. Berapa seri penderita harus menjalani Kemoterapi, juga tergantung pada jenis kanker penderita. Yang paling ditakuti dari kemoterapi adalah efek sampingnya. Ada-tidak atau berat-ringannya efek samping kemoterapi tergantung pada banyak hal, antara lain jenis obat kemoterapi, kondisi tubuh Anda, kondisi psikis Anda, dan sebagainya.

Efek samping Kemoterapi timbul karena obat-obat kemoterapi sangat kuat, dan tidak hanya membunuh sel-sel kanker, tetapi juga menyerang sel-sel sehat, terutama sel-sel yang membelah dengan cepat. Karena itu efek samping kemoterapi muncul pada bagian-bagian tubuh yang sel-selnya membelah dengan cepat. Efek samping dapat muncul ketika sedang dilakukan pengobatan atau beberapa waktu setelah pengobatan. Efek samping yang bisa timbul adalah antara lain:

Tubuh terasa lemas : Ini adalah efek samping yang umum didapati, timbulnya dapat mendadak atau perlahan. Tidak langsung menghilang dengan istirahat, kadang dapat berlangsung terus hingga akhir pengobatan.

Mual dan muntah : Ada beberapa obat kemoterapi yang lebih membuat mual dan muntah. Selain itu ada beberapa orang yang sangat rentan terhadap mual dan muntah. Hal ini dapat dicegah dengan obat anti mual yang diberikan sebelum, selama, atau sesudah pengobatan kemoterapi. Mual dan muntah dapat berlangsung singkat ataupun lama.

Gangguan pencernaan : Beberapa jenis obat Kemoterapi berefek diare. Bahkan ada yang menjadi diare disertai dehidrasi berat yang harus dirawat. Sembelit kadang bisa terjadi. Bila diare: kurangi makanan berserat, sereal, buah dan sayur. Minum banyak untuk mengganti cairan yang hilang. Bila susah BAB: perbanyak makanan berserat, olahraga ringan bila memungkinkan.

Sariawan dan gangguan indera perasa

Beberapa obat kemoterapi menimbulkan penyakit mulut seperti terasa tebal atau infeksi. Kemoterapi juga bisa merusak reseptor rasa dalam mulut. Perubahan indera perasa biasanya dimulai seminggu setelah kemoterapi dimulai dan berlangsung selama 3-4 minggu.

Rambut rontok : Kerontokan rambut bersifat sementara, biasanya terjadi dua atau tiga minggu setelah kemoterapi dimulai. Dapat juga menyebabkan rambut patah di dekat kulit kepala. Dapat terjadi setelah beberapa minggu terapi. Rambut dapat tumbuh lagi setelah kemoterapi selesai.

Kelainan otot dan sarar : Beberapa obat kemoterapi menyebabkan kesemutan dan mati rasa pada jari tangan atau kaki serta kelemahan pada otot kaki.

Efek pada darah : Beberapa jenis obat kemoterapi dapat mempengaruhi kerja sumsum tulang yang merupakan pabrik pembuat sel darah sehingga jumlah sel darah menurun. Yang paling sering adalah penurunan sel darah putih (leukosit). Penurunan sel darah terjadi pada setiap kemoterapi dan tes darah akan dilaksanakan sebelum kemoterapi berikutnya untuk memastikan jumlah sel darah telah kembali normal. Penurunan jumlah sel darah dapat mengakibatkan mudah terkena infeksi, perdarahan, dan anemia.

Kulit kering dan berubah warna : Lebih sensitif terhadap matahari. Kuku tumbuh lebih lambat dan terdapat garis putih melintang.

Produksi hormon tidak stabil : Menurunkan nafsu seks dan mempengaruhi kesuburan baik pada pria maupun wanita.

Beberapa produk suplemen makanan mengklaim bisa mengurangi efek samping kemoterapi sekaligus membangun kembali kondisi tubuh. Anda bisa menggunakannya, tetapi konsultasikanlah dengan ahlinya, dan sudah tentu dengan dokter Anda juga. Saat ini, dengan semakin maraknya penggunaan obat-obatan herbal (yang semakin diterima kalangan kedokteran), banyak klinik yang mengaku bisa memberikan kemoterapi herbal yang bebas efek samping.

Cara mengatasi efek samping:

Pemberian anti mual dan muntah
– Saat merasa mual duduk ditempat yang segar
– Makan makanan tinggi kadar protein dan karbohidrat (puding, sereal, bakso, puding, susu, roti panggang, sup, yoghurt, keju, susu kental, kurma, kacang, dll)
– Lakukan perawatan mulut dengan menggosok gigi sebelum tidur dan setelah makan. Bila tidak dapat menggosok gigi karena gusi berdarah, gunakan pembersih mulut
– Berikan pelembab bibir sesuai kebutuhan
– Hindari rokok, makanan pedas dan air es.

3

Apakah Kemo hanya untuk penyakit kanker?

Kemo dapat digunakan untuk memerangi sejumlah penyakit berbeda, terutama yang berhubungan dengan masalah autoimun. kemoterapi dapat melawan penyakit-penyakit sebagai berikut:

  1.  Lupus, penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas ini bisa menyerang hampir seluruh sistem organ tubuh, misalnya jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, hati, mata, otak.
  2. Rheumatoid arthritis, peradangan pada kronis pada sendi yang menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kaku pada persendian, misalnya di kaki dan tangan.
  3. Polimiositis, penyakit inflamasi pada otot yang terus-menerus, dan menyebabkan kelemahan otot rangka, sehingga mengendalikan gerakan.
  4. Vaskulitis, peradangan pembuluh darah. Vaskulitis terjadi karena sistem kekebalan tubuh salah menyerang sel-sel pada pembuluh darah yang dianggap sebagai benda asing.
  5. Penyakit Crohn (radang perut), penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan pada bagian saluran pencernaan mana pun, dimulai dari mulut sampai anus.
  6. Psoriasis arthritis, bentuk radang sendi yang memengaruhi beberapa orang dengan psoriasis. Nyeri sendi, kekakuan, dan pembengkakan adalah gejala utama psoriatic arthritis. Penyakti ini dapat memengaruhi setiap bagian tubuh, termasuk ujung jari dan tulang belakang.
  7. Sceleroderma, kondisi autoimun yang menyerang jaringan ikat dalam tubuh.

Apa Hal yang perlu diperhatikan?

Sebagian besar proses pengobatan kemoterapi diberikan kepada pasien tanpa menginap di rumah sakit. Meski tiap orang memiliki reaksi berbeda setelah kemoterapi, namun sebagian besar merasakan letih dan lelah. Hindari menyetir kendaraan sendiri atau aktivitas yang memerlukan energi atau konsentrasi tinggi setelah sesi kemoterapi. Ajaklah anggota keluarga atau kawan untuk menemani Anda pulang setelah kemoterapi.

Banyak orang yang masih mampu bekerja selama menjalani kemoterapi, tergantung dengan jenis pekerjaan dan ketahanan tubuh masing-masing. Namun jika memungkinkan, Anda dapat bekerja dari rumah atau paruh waktu. Bicarakan kemungkinan tersebut di tempat kerja Anda atau mengambil cuti. Terutama bagi Anda dengan anak kecil di rumah, persiapkan dan rencanakan bantuan di rumah sebelum menjalani kemoterapi.

Selama pengobatan kemoterapi, Anda harus senantiasa berkonsultasi dengan dokter ketika ingin mengonsumsi obat-obat lain, termasuk obat alergi, herba, pereda nyeri, dan lainnya. Hindari konsumsi minuman keras setidaknya selama masa kemoterapi. Mengobati penyakit berbahaya seperti kanker tidaklah mudah, termasuk saat menjalani sesi kemoterapi. Sedapat mungkin ikuti perintah dokter dan hindari hal-hal yang dapat berisiko mengganggu proses pengobatan berjalan optimal.

Dalam beberapa penelitian kemoterapi mampu menekan jumlah kematian penderita kanker tahap dini, namun bagi penderita kanker tahap akhir/ metastase, tindakan kemoterapi hanya mampu menunda kematian atau memperpanjang usia hidup pasien untuk sementara waktu. Bagaimanapun manusia hanya bisa berharap sedangkan kejadian akhir hanyalah Tuhan yang menentukan.