Yuk, Kenali Gejala Dan Penyebab Katarak Pada Bayi

Jika anda sering mendengar kalimat yang mengatakan bahwa “sehat itu mahal” itu sangat benar sekali. Karena saat ini sehat suatu harta termahal yang kita punya di diri kita. Jika kita sakit, maka semua kegiatan kita akan terbengkalai mulai dari kerjaan, urusan rumah tangga ataupun tugas sekolah.

Sakit tidak mengenal berapa usia yang anda miliki dan juga tidak memandang siapa anda. Sakit bisa datang kapan saja, bisa menyerang kapan saja jika anda dan kita semua tidak peduli dengan kesahatan. Saat ini penyakit yang paling berbahaya di dunia ialah “kanker” penyakit paling mematikan nomor 1 di dunia.

Kanker saat ini sudah merajai penyakit di dunia. Namun tidak hanya kanker saja yang menjadi penyakit yang menakutkan bagi manusia, beberapa penyakit juga banyak yang menjadi ketakutan besar bagi manusia salah satu nya seperti “katarak”.

Katarak biasa nya selalu berhungan dengan penyakit orang tua, dimana orang tua yang sudah memiliki usia lanjut akan rentan terkena penyakit mata tersebut. Tetapi, jika anda memiliki opini yang sama seperti saya mengenai katarak anda salah besar, karena saat ini katarak bisa di jumpai pada bayi maupun anak-anak. Lho, kok bisa bayi terkena katarak? Ingin tahu alasan dan penyebab nya? Yuk, baca hingga selesai.

1

Katarak Pada Bayi

Selama ini mungkin Anda mengira bahwa penyakit katarak hanya terjadi pada orang yang sudah berumur. Namun, ternyata bayi yang baru lahir juga bisa menderita katarak. Lensa mata bayi yang berwarna hitam ditutupi dengan noda berwarna keabu-abuan dan ini dinamakan sebagai katarak kongenital. Pada beberapa kasus mungkin tidak terlalu berdampak pada penglihatan bayi, tetapi pada kasus yang parah dapat menyebabkan kebutaan pada bayi.

Apa itu katarak kongenital?

Katarak kongenital adalah kekeruhan lensa mata yang terjadi sejak lahir. Lensa mata ini berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke mata menuju retina, sehingga mata bisa menangkap gambar dengan jelas. Namun, jika terjadi katarak, sinar cahaya yang masuk ke mata menjadi tersebar ketika melewati lensa yang keruh, sehingga gambar yang diterima mata menjadi kabur dan terdistorsi.

Jika anak Anda menderita katarak kongenital, biasanya ia akan menunjukkan tanda-tanda, seperti terdapat noda keabu-abuan yang terlihat pada pupil mata bayi Anda atau bisa saja tidak, penglihatan bayi terlihat tidak peka dengan lingkungan sekitarnya (misalnya, bayi tidak menoleh ketika ada orang di sampingnya), atau pergerakan mata bayi yang tidak biasa.

Terdapat beberapa jenis katarak kongenital, yaitu:

– Katarak polar anterior terletak di bagian depan lensa mata dan umumnya berhubungan dengan keturunan. Jenis katarak ini seringnya dianggap tidak perlu dilakukan operasi.
– Katarak polar posterior muncul di bagian belakang lensa mata.
– Katarak nuklear terletak di bagian tengah lensa mata dan ini merupakan jenis yang paling sering muncul.
– Cerulean cataracts biasanya ditemukan pada kedua mata bayi. Biasanya jenis katarak kongenital ini tidak menyebabkan masalah penglihatan. Cerulean cataracts biasanya dihubungkan dengan keturunan.

Cara deteksi dini katarak congenital:

– Beri bayi mainan dengan warna-warna yang cerah seperti merah, biru, hijau, kuning
– Gerakan mainan itu ke segala arah secara pelahan
– Amati respon bayi
– Respon yang normal adalah bayi mengikuti ke arah mainan itu digerakkan dan berusaha untuk meraihnya. Bila bayi tidak – memberi respon seperti itu ada kemungkinan bayi terkena katarak, segera konsultasikan pada dokter mata anak.

3

Beberapa gejala katarak:

– Ukuran kacamata sering berubah-ubah
– Penglihatan ganda
– Kesulitan dalam membaca atau melihat jarak jauh
– Lensa mata tidak jernih

Penyakit katarak pada anak yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan terganggunya proses belajar yang berujung pada penurunan prestasi akademik anak. Lebih jauh lagi anak dapat menarik diri dari pergaulan karena sering diejek oleh teman-temannya.

Penanganan Katarak pada Anak

Terdapat tiga jenis katarak pada anak. Jenis pertama, adalah katarak yang memerlukan penanganan segera karena titik pengaburannya besar dan padat. Katarak tipe ini terdapat di tengah lensa dan hanya memengaruhi satu mata, tetapi cenderung menyebabkan kebutaan. Karenanya, perlu diagnosis dini agar tindakan operasi cepat dilakukan.

Kedua, adalah katarak kecil yang tidak menyebabkan kebutaan. Perawatannya dapat dilakukan dengan membuat mata melebar menggunakan tetes mata. Gunanya meningkatkan jumlah cahaya masuk. Terakhir, katarak bawaan lahir. Pada katarak jenis ini, pengeruhan hanya terjadi di sebagian lensa dan tak menyebabkan kebutaan. Namun, kasus ini kerap menyerang kedua mata anak. Agar tak memburuk, butuh pemeriksaan intensif dan kontrol berkelanjutan dari dokter. Lalu, apa yang menyebabkan katarak kongential tersebut?

Penyebab katarak kongenital

4

Jika katarak yang biasanya terjadi pada orang tua biasanya berhubungan dengan proses penuaan. Beda hal nya dengan katarak kongential, selain ibu hamil yang terinfeksi campak dan rubella, katarak kongenital yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena keturunan, infeksi, masalah metabolik, diabetes, trauma, inflamasi, atau reaksi obat.

Contoh obat yang dapat menyebabkan katarak pada bayi baru lahir adalah antibiotik tetrasiklin yang digunakan untuk mengobati infeksi pada wanita hamil. Jadi, bagi ibu hamil, jangan sembarangan memakai obat-obatan, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada dokter Anda.

Katarak kongenital ini dapat terjadi semenjak kehamilan, yaitu di saat ibu hamil mempunyai penyakit infeksi, seperti campak atau rubella (yang merupakan penyebab paling umum), rubeola, cacar air, cytomegalovirus, herpes simplex, herpes zoster, poliomyelitis, influenza, virus Epstein-Barr, sifilis, dan toksoplasmosis. Pada katarak kongenital yang disebabkan oleh keturunan, kelainan terjadi saat pembentukan protein penting untuk mempertahankan transparansi dari lensa mata alami, sehingga akhirnya mengakibatkan adanya noda keruh pada lensa mata.

Bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Jika dibiarkan, katarak kongenital dapat menghambat penglihatan anak dan bahkan juga bisa menyebabkan kebutaan pada anak. Untuk itu, diperlukan operasi katarak sesegera mungkin untuk menghilangkan lensa alami anak Anda. Operasi katarak pada bayi ini harus dilakukan sedini mungkin untuk menjamin penglihatan bayi cukup bisa untuk berkembang dengan normal. Beberapa ahli berpendapat bahwa waktu untuk melakukan operasi katarak kongenital adalah antara usia 6 minggu sampai 3 bulan.

Setelah operasi pengangkatan lensa mata anak yang terkena katarak kongenital, lensa mata anak kemudian bisa digantikan dengan lensa buatan, atau anak juga bisa memakai lensa kontak atau kacamata setelah operasi. Tanpa beberapa tindakan koreksi tersebut setelah operasi, penglihatan anak Anda mungkin akan berkurang dan perkembangan penglihatan normal bayi akan terhambat.

Pendapat juga bervariasi mengenai apakah lensa buatan harus dipasang pada mata anak Anda setelah operasi katarak karena dikhawatirkan ini akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan mata normal. Dalam beberapa kasus, lensa kontak dipasang pada permukaan mata (kornea) yang digunakan untuk membantu memulihkan penglihatan anak setelah lensa mata anak dihilangkan.

Setelah dilakukan tindakan operasi, mungkin sulit untuk memprediksi apakah penglihatan anak lebih baik, meskipun kemungkinan akan selalu ada pengurangan tingkat penglihatan pada mata anak yang terkena katarak kongenital.

Selain itu, tindakan operasi ini bukan berarti tanpa risiko. Salah-salah, operasi katarak ini dapat menyebabkan glaukoma, yang terjadi ketika tekanan pada mata terlalu tinggi. Glaukoma dapat menyebabkan kerusakan permanen struktur dalam mata ketika pengobatan tidak dilakukan dengan baik.

Namun, Anda jangan khawatir, tidak semua katarak kongenital harus dioperasi. Katarak yang hanya menutupi bagian tepi lensa mata mungkin tidak perlu dilakukan operasi, lensa mata tidak perlu dihilangkan karena penglihatan masih dapat berfungsi tanpa hambatan. Katarak yang sangat kecil juga mungkin tidak perlu dilakukan operasi. Sebaiknya diskusikan lebih lanjut dengan dokter mata anak Anda.