Tak Seunik Namanya, Permainan Tradisional Ini Punya Manfaat Dan Filosofi Yang Luar Biasa

Nusantara dikenal memiliki budaya yang beraneka ragam. Salah satu di antaranya adalah aneka permainan tradisional. Ada banyak sekali permainan tradisional yang merupakan hiburan asli Nusantara seperti ular naga, lompat tali, petak umpet, kelereng, egrang, congklak dan sebagainya.

Sebelum permainan modern masuk, di kalangan anak-anak Indonesia permainan tradisional tersebut sangat digemari oleh anak-anak di saat waktu bermain mereka. Tetapi seiring perkembangan zaman, teknologi yang semakin canggih, terutama munculnya internet dan gadget yang menyediakan berbagai fitur termasuk game virtual, anak-anak kini mulai meninggalkan permainan tradisional tersebut.

3

Permainan Congklak

Salah satu permainan tradisional asli Indonesia yang terkenal adalah congklak. Congklak merupakan sebuah permainan yang dimainkan oleh dua orang, memakai sebuah papan congklak yang memiliki 16 lubang, mempunyai biji congklak yang biasanya dari batu-batu kecil, cangkang kerang, biji tumbuhan ataupun biji kelereng.

Papan congklak yang dipakai dalam permainan tradisional ini terdiri atas 14 buah lubang kecil dan dua lubang besar. Kedua pemain masing-masing mempunyai satu lubang besar dan 7 buah lubang kecil. Tetapi ada pula papan congklak yang mempunyai 12 atau 20 lubang.

Asal usul Congklak

Congklak memiliki asal Afrika atau baik di dunia Arab, tergantung dari teori sarjana yang Anda memilih untuk percaya. Beberapa bukti tertua ditemukan di Nasional Geografis disponsori tempat penggalian arkeologi dating kembali ke 7000 ke 5000 SM hadir dalam hari-Yordania. Excavations dari rumah terbongkar kapur yang kental dengan dua barisan paralel circular depressions. Tata letak yang mudah dikenali ke archaeologist di gali sebagai Congklak papan bermain. Murray, yang dicatat sarjana, untuk pelaksanaan program yang berasal dari Mesir kuno Empire Umur (tentang 15-11-abad sebelum masehi). Banyak ahli menduga bahwa Congklak Mei sebenarnya merupakan permainan papan tertua lamanya.

Tercatat paling awal tulisan-tulisan yang menggambarkan permainan yang ditemukan di referensi ke mancala teks agama di Arab dating ke abad. Beberapa sarjana percaya bahwa permainan berasal di Timur Tengah dan dari sana tersebar ke Afrika. Kemudian, permainan menyebar ke Asia dengan pedagang Arab dan datang ke Karibia sekitar 1640 melalui perdagangan budak Afrika. Tenaga ahli lainnya di tempat yang asal Afrika Tengah.

Saat ini, permainan ini dikenal oleh banyak nama di seluruh dunia. Nama ini diambil dari budaya lokal dengan menggunakan kata-kata yang mencerminkan tempat permainan dimainkan, dengan cara yang unggul, modus dari bermain dan papan atau counter digunakan. Hal ini disebut dalam bahasa Inggris sebagai Hitung dan Ambil.

Di negara-negara Arab, yang paling umum adalah nama mancala (bahasa Arab arti kata dalam bahasa Inggris “untuk berpindah”). Di beberapa negara Afrika Barat yang depressions di papan yang disebut sebagai Warri atau Awari, yang berarti rumah, sehingga ia memberi nama Wari. Permainan di Indonesia dikenal sebagai Adi, yang juga merupakan nama dari bibit yang digunakan untuk main game. Karena popularitas yang luas, para telah mengembangkan berbagai situs web dokumentasi berbagai versi dari permainan.

Jenis Congklak

Pemutaran papan yang terbuat dari kayu, dengan variasi dari pulau ke pulau dalam jumlah lubang pada masing-masing pihak, baik 5, 6, 7or 9 lubang. Semua papan ada dua ‘rumah toko’ hole, satu pada setiap akhir. Desain yang berbeda dari yang sederhana, lugas hutan, ke kapal-berbentuk papan, untuk bermain sangat dihiasi papan. Di Jawa Tengah, rumit desain memanfaatkan Jawa naga (naga) yang umum. Dragons dari wajah kedua berakhir, dengan ekor dekorasi bagian samping papan dan kaki suspending board up off the floor. Congklak papan elaborately dapat diukir dan dilukis dengan emas dan warna merah yang populer. Sebagian besar, namun yang relatif sederhana yang terbuat dari kayu.

Seperti pada arkeologi menemukan di Yordania, tambang di Mojokerto, Lamongan dan Bondowoso di Jawa Timur ada unearthed Congklak ‘papan’ diukir ke dalam lubang dengan batu besar. Ini yang ditemukan bersama-sama dengan potongan-potongan yang rusak dan batu-batu candi lainnya arkeologi sisa-sisa waktu sebelumnya. Namun, saat ini papan congklak tidak hanya terbuat dari kayu saja tetapi sudah ada varian lainnya. Berikut dua jenis Congklak:

  • Congklak Terbuat Dari Kayu

2

Congklak terbuat dari kayu (dhakon) merupakan jenis congklak yang pertama kali ada. Semua alat yang digunakan congklak kayu ini juga masih kuno yaitu berupa biji-bijian untuk daerah perkebunan. Sedangkan untuk daerah bebatuan biasanya menggunakan batu-batuan.

  • Congklak Terbuat Dari Plastik

1

Semakin berkembangnya zaman, bertambah banyak pula macam mesin yang sudah tercipta. Dengan adanya mesin, saat ini sudah tercipta pula congklak plastik. Alat yang digunakan congklak plastik juga semakin canggih yaitu menggunakan cangkang kerang.

Masing-masing congklak mempunyai lubang yang sama, namun berukuran berbeda. Congklak kayu lebih terlihat kualitasnya dibandingkan dengan congklak plastik. Jika dibandingkan lebih dalam bermain dengan congklak kayu lebih asik dibandingkan dengan plastik.

Peraturan Permainan Congklak

Setiap lubang pada papan congklak berisi tujuh biji, dan harus lengkap sebelum permainan dimulai. Setelah itu, dua orang anak yang akan bermain duduk berhadapan dengan setiap tujuh lubang yang ada pada bagian sisi anak dianggap miliknya.

Saat permainan dimulai, anak mulai mengambil biji congklak dari salah satu lubang kemudian meletakkannya di sebelah kanan, lalu berlanjut terus seperti itu dengan arah serah jarum jam. Jika biji cngklak tersebut telah habis pada lubang kecil yang berisi biji congklak, maka permain mengambil biji tersebut lagi lalu memasukkan ke lubang selanjutnya. Begitu seterusnya dengan alur searah jarum jam.

Namun jika salah satu permainan terhenti pada sebuah lubang yang kosong pada sisi lawan, maka dia tidak akan bisa melanjutkan permainan lagi sehingga permainanya harus terhenti dan kini giliran lawan.

Permainan tradisional congklak dianggap telah selesai hanya jika tidak ada lagi biji congklak yang dapat diambil untuk meneruskan permainan. Yang menjadi pemenangnya adalah anak/pemain yang berhasil mengumpulkan biji congklak dalam jumlah terbanyak.

Cara Bermain Congklak

Permainan congklak dapat dimainkan oleh siapa saja. Tak terkecuali itu anak-anak maupun orang dewasa. Jumlah pemain yaitu berjumlah dua atau empat orang. Cara bermain congklak yang pertama adalah tiap-tiap lubang diisi dengan tujuh buah biji-bijian. Kecuali induk lubang, tiap induk lubang harus dikosongkan. Karena, jumlah biji anak akan terlindungi setelah diletakkan dalam induk lubang.

Kita bisa saja menembak jumlah biji lawan. perkirakan jumlah biji yang akan kamu jalankan. Sehingga anak biji berhenti di lubang milik kamu kemudian mengenai anak biji milik lawan. Jika sasaran tepat, kamu berhak mengambil isi biji lawan pada lubang yang sudah kamu tembak tersebut. Maka dari itu, dibutuhkan kejujuran dalam bermain congklak. Jika salah satu diantara pemain yang curang, maka hasil tidak akan sama dengan yang diperkirakan.

congkak

Permainan selesai jika diantara kedua pemain yang tiap-tiap lubang sudah kosong. Itu tandanya permainan selesai. Itu tandanya permainan sesi berikutnya harus segera dimulai. Dari permainan selanjutnya akan terlihat yang mana lubang yang kosong, apakah itu musuh kita atau kita sendiri. Hingga saat ini permainan congklak menjadi terlupakan karena banyaknya jenis permainan baru yang masuk di negeri ini. Sehingga alat-alat permainan tradisional harus dimuseumkan.

Untuk itu, bagi pembaca setia hidup mulia, mari kita buka kembali sejarah negeri ini. Mari kita perkenalkan kembali alat-alat sejarah kepada anak cucu kita. Agar mereka semakin mengenal asal dan sejarah negeri ini khususnya Indonesia.

Manfaat Permainan Congklak

Walaupun permainan tradisional ini terkesan sederhana, tradisional dan mulai ditinggalkan, justru ternyata ia mempunyai banyak sekali manfaat jika dimainkan oleh anak untuk perkembangannya.Berikut ini adalah manfaat permainan tradisional congklak untuk anak:

  • Belajar berhitung

Ketika anak mulai bermain congklak, anak akan belajar menghitung jumlah biji yang ada pada setiap lubang. Dengan terbiasa bermain anak akan mudah dalam hitung-menghitung, sehingga mereka belajar sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan.

  • Melatih motorik halus

Cara bermain congklak yaitu dengan mengambil biji lalu memasukkannya ke setiap lubang hingga habis, setelah itu (habis) ia kita akan mengambil lagi, dan begitu seterusnya. Nah, kegiatan dengan kegiatan tersebut kemampuan motorik halus anak akan dilatih dan diasah. Di awal bermain, mungkin saja anak kesulitan dalam memasukkan setiap biji/batu namun setelah sering bermain lambat laun akan membuat anak akan terbiasa dan lebih luwes. Saat tangan anak telah terbiasa memasukkan biji pada lubang, anak juga akan lebih mudah belajar menulis.

  • Belajar sabar

Pada permainan congklak, setiap anak memasukkan biji ke dalam lubang secara bergantian dengan lawannya. Saat biji yang dimiliki oleh lawan belum mendapati lubang kosong, berarti lawan main akan terus melanjutkan permainan. Nah, dari aktivitas menunggu giliran dalam permainan inilah seorang anak akan berlatih kesabaran. Sabar hingga ia menunggu giliran bermain.

  • Belajar memahami aturan

Pada saat permainan congklak berlangsung, anak wajib memasukkan biji satu persatu serta dilarang memasukkannya ke lubang milik lawan. Dalam hal ini anak akan belajar menaati aturan, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilanggar. Dengan anak terbiasa bermain congklak dengan temannya, ia akan belajar untuk menaati dan mematuhi peraturan yang telah disepakati atau telah ditetapkan.

 

  • Belajar jujur

Dalam permainan congklak, biji yang dimasukkan pada lubang harus satu demi satu, tidak boleh lebih. Nah dalam hal ini akan akan diajarkan untuk jujur dengan memasukkannya secara satu persatu, tidak boleh bersamaan atau lebih.

Filosofi Permainan Congklak

Dibalik permainan ini ternyata mengadung filosofi yang indah dari nilai kebudayaan bangsa Indonesia. Biji congklak yang dikumpulkan dari lubang-lubang kecil ke lubang yang paling besar adalah simbolisasi dari padi atau hasil tanam penduduk desa. Kemudian dipanen dan disimpan ke dalam lumbung untuk persediaan bahan pangan penduduk. Ada 7 lubang dan masing-masing berisi 7 biji. 7 adalah jumlah hari dalam satu minggu. Jumlah biji yang ada pada lubang kecilpun sama. Artinya, tiap orang mempunyai jatah waktu yang sama dalam seminggu, yaitu 7 hari.

Ketika biji diambil dari satu lubang, ia mengisi lubang yang lain, termasuk lubang induknya. Pelajaran dari fase ini adalah, tiap hari yang kita jalani, akan mempengaruhi hari-hari kita selanjutnya, dan juga hari-hari orang lain. Apa yang kita lakukan hari ini menentukan apa yang akan terjadi pada masa depan kita. Apa yang kita lakukan hari ini bisa jadi sangat bermakna pula bagi orang lain.

4

Biji diambil, kemudian diambil lagi, juga berarti bahwa hidup itu harus memberi dan menerima. Tidak bisa mengambil terus, kalau tidak memberi. Biji diambil satu persatu, tidak boleh semua sekaligus. Maksudnya, kita harus jujur untuk mengisi lubang kita. Kita harus jujur mengisi hidup kita. Satu persatu, sedikit demi sedikit, asalkan jujur dan baik, lebih baik daripada banyak namun tidak jujur. Satu persatu biji yang diisi juga bermakna bahwa kita harus menabung tiap hari untuk hari-hari berikutnya. Kita juga harus mempunyai “simpanan/tabungan”, yaitu biji yang berada di lubang induk.

Strategi diperlukan dalam permainan ini agar biji kita tidak habis diambil lawan. Hikmahnya adalah, hidup ini adalah persaingan, namun bukan berarti kita harus bermusuhan. Karena tiap orang juga punya kepentingan dan tujuan yang (mungkin) sama dengan tujuan kita, maka kita harus cerdik dan strategis. Pemenang adalah yang jumlah bijinya di lubang induk paling banyak, maksudnya adalah mereka yang menjadi pemenang/ mereka yang sukses adalah mereka yang paling banyak amal kebaikannya. Mereka yang banyak tabungan kebaikannya, mereka yang menabung lebih banyak, dan mereka yang tahu strategi untuk mengumpulkan rezeki.