Punya Kerutan Di Wajah? Ini Penyebabnya

Dipastikan, semua perempuan mendambakan awet muda. Karenanya, banyak upaya dilakukan untuk mendapatkan kulit yang kencang, khususnya kulit wajah, karena hal itu akan menambah rasa percaya diri. Apalagi semakin bertambah usia, maka kerutan dan keriput di wajah yang merupakan masalah kulit pun tidak bisa dihindari. Karena kulit keriput akan membuat wanita menjadi tidak menarik dan tidak cantik lagi. Namun hal itu merupakan siklus kehidupan yang tak bisa dihindari oleh siapapun. Namun yang menjadi masalah terbesar bagi wanita adalah ketika tanda penuaan seperti keriput muncul diusia muda atau yang sering disebut dengan penuaan dini.

Ya dikehidupan modern yang serba mudah ini, banyak sekali orang yang mengalami kulit keriput diusia muda atau penuaan dini. Kulit yang keriput, dan kendur ini tentu akan membuat wanita menjadi tidak percaya diri, oleh sebab itu masalah keriput pada kulit atau penuaan dini harus segera diatasi agar kulit wajah anda kembali kencang dan cantik mempesona.

Ada banyak cara untuk mengatasi masalah keriput atau penuaan. Namun hal yang terpenting dalam mengatasi keriput atau penuaan adalah mencari penyebab keriput atau penuaan tersebut. Dengan mengetahui penyebabnya, kita akan lebih mudah dalam melakukan pencegahan atau pengobatannya. Nah berikut penyebab kulit wajah keriput dan menua.

34

Penyebab Kulit Keriput

  • Merokok

Merokok adalah penyebab pertama munculnya kerutan di wajah. Beberapa penelitian telah dilakukan terkait kebiasaan merokok dan munculnya keriput di wajah. Hasil dari penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa akibat merokok adalah membuat otot-otot dan elastisitas wajah mengendur sehingga wajah menjadi kaku, kerutan mudah muncul, dan mengarah pada penuaan dini.

  • Konsumsi Makanan Manis

Selain tidak baik untuk kesehatan, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis ternyata dapat berpengaruh terhadap produksi kolagen pada wajah. Saat mengonsumsi makanan manis, kadar insulin dalam tubuh akan meningkat dan terjadi pembentukan enzim yang merusak kolagen dan elastisitas kulit. Dengan demikian, diet dan mengurangi konsumsi makanan manis menjadi salah satu cara menghilangkan keriput di wajah.

  • Minum Alkohol

Selain paparan sinar matahari, terbentuknya kerutan juga diakibatkan oleh dehidrasi dan kurangnya asupan vitamin A dalam tubuh. Salah satu kebiasaan yang memperburuk munculnya kerutan adalah konsumsi minuman beralkohol. Kebalikan dengan air putih yang dapat menangkal dehidrasi, konsumsi alkohol justru membuat tubuh terkena dehidrasi yang berujung pada hilangnya elistisitas kulit. Selain itu, alkohol juga membawa dampak buruk pada asupan vitamin A dalam tubuh. Padahal, vitamin A menghasilkan antioksidan yang penting dalam pembentukan sel-sel kulit baru dan kolagen. Dengan fakta ini, akan sangat baik jika Anda berpikir ulang jika ingin mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Mengunyah Permen Karet

Kebiasaan mengunyah permen karet ternyata juga dapat mengakibatkan kerutan di wajah. Kerutan yang muncul akibat kebiasaan mengunyah permen karet biasanya timbul di area bagian bawah mulut. Aktivitas mengunyah yang intens juga dapat berpengaruh pada perubahan struktur area mulut.

  • Tidak Membersihkan Sisa Make Up

Salah satu alasan munculnya kerutan dan keriput di wajah diakibatkan oleh kebiasaan tidak menghapus make up setelah seharian digunakan. Selain tidak higienis, make up yang tidak dibersihkan akan terserap ke pori-pori. Jika ini terjadi, kadar kolagen dan elastisitas kulit Anda akan mengendur dan menurun kekuatannya. Pada akhirnya, menurunnya kadar kolagen dan elastisitas berujung pada munculnya kerutan dan penuaan dini. Jadi, cara menghilangkan kerutan di wajah terkait hal ini adalah dengan membersihkan wajah dan mengaplikasikan krim malam yang melembabkan wajah setiap malam sebelum Anda tidur.

  • Mengorek Jerawat

Jerawat membandel memang terkadang menggoda untuk dipencet atau dikorek. Namun, tahukah Anda bahwa selain dapat meninggalkan bekas luka dan iritasi, kebiasaan ini juga dapat membuat keriput datang lebih cepat? Untuk menghindari hal-hal tersebut, sangat baik bagi Anda untuk membiarkan jerawat Anda mengecil dan keluar dengan sendirinya, serta gunakan produk perawatan wajah berbahan organik untuk mengurangi jerawat di wajah Anda.

  • Meregangkan Wajah Saat Menggunakan Make Up

Saat mengaplikasikan make up, seringkali wanita meregangkan wajahnya, misalnya membuka mulut lebar-lebar saat mengulaskan lipstik, atau mengangkat kedua alis saat mengaplikasikan maskara atau eyeliner. Kebiasaan-kebiasaan ini ternyata dapat menimbulkan keriput dan garis-garis di wajah, yakni di area dahi dan garis senyum di dekat mulut.

  • Melewatkan Tabir Surya

Apakah Anda termasuk sering melewatkan penggunaan sunblock wajah atau tabir surya? Jika jawabannya “Ya”, sudah saatnya Anda meninggalkan kebiasaan tersebut. Penggunaan sunblock wajah atau tabir surya sangat penting dan sangat baik digunakan setiap saat, baik di cuaca panas maupun dingin, baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Alasannya adalah sekecil apapun terpaan sinar matahari yang diterima kulit dapat menimbulkan penurunan produksi kolagen sehingga muncul kerutan dan keriput di wajah. Gunakan tabir surya dengan kadar SPF 30 dan mengandung beberapa zat, seperti zinc oxide dan titanium dioxide.

  • Posisi Tidur

Tidur memang baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit. Tapi jangan salah, ternyata posisi tidur yang salah juga dapat menyebabkan kerutan di wajah, lho! Kerutan di wajah akibat kesalahan posisi tidur terjadi ketika seseorang terbiasa tidur dengan posisi wajah menghadap bantal/tengkurap. Saat posisi wajah menempel pada bantal, permukaan bantal yang tak rata dapat berefek pada timbulnya kerutan. Untuk menghilangkan kerutan di wajah, Anda dapat mengganti sarung bantal Anda dengan sarung bantal berbahan satin yang lembut di kulit, atau tidur dengan posisi telentang. Lalu, apakah benar jika terlalu banyak senyum atau menggerakan wajah dapat menyebabkan kerikut?

Mitos Senyum Dapat Membuat Keriput

1

Sebenarnya gerakan apapun yang dilakukan oleh wajah, baik itu tersenyum, berbicara, atau cemberut dapat menyebabkan alur garis pada wajah. Seorang dokter kulit di Memorial Sloan Kettering Cancer Center mengungkapkan bahwa garis pada permukaan kulit tersebut merupakan hasil dari gerakan otot wajah di bawahnya. Misalnya saja, garis pada dahi berbentuk horizontal karena otot dahi kita menarik ke atas.

Jangan Salahkan Senyuman

Pada saat tersenyum, garis utama yang terbentuk adalah garis lipatan nasolabial. Garis ini berbentuk seperti tanda kurung yang melengkung dari sudut hidung turun ke bawah hingga sudut mulut. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Marc Glashofer, seorang dokter kulit dari New York. Lipatan tersebut muncul setiap kali kamu tersenyum. Dengan bertambahnya usia, garis senyuman tersebut tidak memudar karena kemampuan meregenerasi kulit menurun.

Meskipun senyuman meninggalkan garis di wajah, namun jangan salahkan senyumanmu. Penyebab sebenarnya dari kerutan tersebut adalah berkurangnya elastisitas kulit akibat usia. Perubahan biologis akibat usia menurunkan kemampuan kulit untuk kembali ke bentuk semula.

Hal tersebut terjadi karena berbagai macam faktor, seperti hilangnya lemak dan atrofi otot. Dr. Anthony Rossi juga menyebutkan faktor genetik ikut berpengaruh, karena tingkat penuaan pada tiap ras juga berbeda-beda. Di samping itu, tingkat kandungan alami melanin dan produksi minyak juga menentukan seberapa cepat senyuman anda meninggalkan bekas kerutan di wajah. Sayangnya, anda tidak bisa mengendalikan semua faktor di atas.

Metode Pengobatan Keriput

3

Obat-obatan yang dianjurkan biasanya dalam bentuk oles, misalnya krim atau gel. Beberapa jenis obat oles yang mungkin dianjurkan adalah:

  1. Retinoid : Retinoid merupakan turunan dari vitamin A yang dikenal paling efektif dalam menangani penuaan kulit dan garis-garis halus pada kulit. Krim yang mengandung tretinoin ini harus digunakan secara rutin. Efek samping seperti kulit kemerahan dan mengelupas biasanya akan berkurang dengan menurunkan kandungan tretinoin pada krim atau mengurangi frekuensi penggunaan sampai kulit pasien bisa beradaptasi. Selama penggunaan obat ini, pasien harus menghindari cahaya matahari secara langsung.
  2. Asam alfa hidroksi (AHA) : Obat ini biasa dikenal sebagai asam buah karena berasal dari buah seperti apel, anggur, jeruk, tebu, dll. Secara umum produk ini bekerja dengan cara melembapkan dan mengangkat sel kulit mati. Produk yang mengandung AHA sering digunakan karena hanya berisiko kecil menyebabkan iritasi ringan
  3. Antioksidan : misalnya produk yang mengandung vitamin A, C, dan E serta betakarotin dipercaya dapat mengurangi keriput tetapi masih memerlukan penelitian lebih lanjut
  4. Pelembap biasa : Keefektifan produk ini umumnya hanya untuk jangka pendek dan hanya membuat kerutan tersamarkan.

Sementara prosedur medis yang bisa dijalani pasien bertujuan untuk menghaluskan kulit yang mengalami keriput dan harus dijalani dalam pengawasan dokter. Prosedur-prosedur medis tersebut meliputi:

  • Pengelupasan kulit dengan zat kimia. Contoh zat kimia yang umumnya digunakan adalah asam glikolat, asam salisilat, asam trikloroasetat.
  • Mikrodermabrasi, yaitu mengikis satu lapisan kulit menggunakan kristal-kristal silika atau aluminium. Prosedur ini memerlukan beberapa kali proses hingga hasil dapat dicapai.
  • Dermabrasi untuk mengikis beberapa lapisan kulit menggunakan alat khusus. Prosedur ini memiliki efek samping bekas luka serta perubahan warna kulit yang permanen. Karena itu, lakukanlah di klinik atau rumah sakit yang sudah terjamin.
  • Penanganan dengan sinar laser. Prosedur ini bisa dilakukan pada seluruh permukaan kulit atau bagian keriput saja. Sinar laser akan menghancurkan epidermis (lapisan terluar kulit), memanaskan lapisan dermis (lapisan di bawah epidermis), dan merangsang pertumbuhan kolagen baru. Diharapkan kemudian akan muncul kulit yang lebih halus dan kencang
  • Penggunaan gelombang radio dan sinar infra merah. Gelombang radio dan sinar infra merah akan memanaskan jaringan dan memacu pertumbuhan kolagen baru. Umumnya, prosedur ini dilakukan untuk menangani kerutan-kerutan halus.
  • Operasi plastik, misalnya mengencangkan kulit wajah melalui proses facelift. Pada tindakan ini, sebagian kulit dan lemak akan diangkat dari wajah dan kulit dijahit lagi ke otot dan jaringan ikat.
  • Suntikan botoks. Suntikan ini biasanya digunakan untuk menghaluskan garis-garis kerutan di dahi atau sekitar mata. Cara kerjanya dengan melumpuhkan otot di sekitar wajah sehingga kulit tidak tertarik dan terlihat lebih halus. Proses ini harus diulangi agar kehalusan kulit tetap terjaga.
  • Suntikan pengisi jaringan, misalnya dengan menyuntikkan lemak atau kolagen pada kerutan atau keriput yang parah. Keefektifan prosedur ini juga hanya akan bertahan selama beberapa bulan, sehingga harus diulangi.

Langkah Pencegahan Keriput

Langkah utama dalam mencegah keriput adalah dengan meminimalkan paparan sinar matahari dan tidak merokok. Langkah-langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk membatasi paparan matahari adalah:

  1. Menggunakan tabir surya, setidaknya yang mengandung SPF 50.
  2. Mengenakan pakaian tertutup agar kulit Anda tidak mudah terbakar matahari.

Demikianlah informasi tentang Penyebab Kulit Wajah Cepat Keriput Dan Menua. Hindarilah hal-hal tersebut agar wajah anda tetap kencang cantik dan awet muda. Semoga informasi diatas bermanfaat. Terimakasih.