Deretan Seni Beladiri Paling Populer Di Dunia

Beladiri adalah sebuah seni mepertahankan diri dari ancaman serangan manusia atau lainnya. Secara luas, beladiri berarti metode apapun yang dipakai oleh manusia dalam mempertahankan dirinya dari serangan musuh. Beladiri diperlukan dalam menghadapi kondisi yang tak diinginkan, seperti pemalakan, perampokan dll. Pada dasarnya gerakan beladiri adalah gerakan olahraga, karena itu dengan rutin berlatih beladiri Anda akan mendapatkan rasa aman dan juga tubuh yang sehat.

Asal mula ilmu beladiri sebenarnya dari pertama kali ada manusia, karena memang sejak awal manusia memilki musuh berupa manusia lain maupun hewan liar. Peperangan juga terjadi dari zaman dulu hingga zaman sekarang. Namun menurut legenda, sejarah dari semua jenis beladiri yang dikenal saat ini berasal dari India. Namanya adalah Bodhidharma atau Daruma Taishi atau Tatmo Chouwsu yang hidup pada abad ke 6 masehi. Untuk menyebarkan agama budha ke China, Bodhidharma melakukan perjalanan berbahaya dengan menelusuri hutan belantara perawan dengan berjalan kaki seorang diri.

Perjalanan yang Bodhidharma sangatlah sulit, hutan belantara perawan dikenal penuh dengan 1001 marabahaya termasuk banyaknya binatang buas. Tetapi karena tingginya ilmu beladiri yang dimilikinya, maka Bodhidharma berhasil tiba di China. Seni beladiri ternyata tidak hanya berfungsi sebagai pertahanan diri saja tetapi juga dipilih untuk salah satu kegiatan berolahraga yang mampu memberikan efek positif bagi kebugaran tubuh. Seni beladiri juga sangat beragam dan sangat berbeda antar negara sehingga memberikan nuansa kultur yang bermacam macam. Nah .. berikut ini adalah seni beladiri yang lagi populer saat ini:

1. Judo, Jepang

judo_1212755c

Judo ditemukan atau didirikan oleh Kano Jigoro, yang sering diganggu pada masa kecilnya, sekitar 1860 sampai 1870. Dengan mengambil berbagai kemampuan dasar beladiri yang berkembang, Kano menambahkan teknik lemparan untuk menciptakan Judo. Arti kata Judo adalah “jalan lembut” yang berarti kira2 menggunakan kekuatan lawan untuk melawan dirinya sendiri. Karena prinsip inilah, maka Judoka tidak harus lebih kuat daripada lawannya. Fokus utama Judo adalah melempar dan kuncian tanah, daripada memukul atau menyerang.

2. Krav Maga, Israel

Krav Maga, Israel

Beladiri wajib pengawal presiden Israel, seni bela diri ini tanpa aturan, dan keras. Bela diri ini tidak pernah dilatih untuk olahraga, karena benar2 ditujukan untuk menghancurkan penyerang dengan berfokus pada area vital lawan, misalnya selangkangan dan mata, dan bahkan mengijinkan penggunaan kepala sebagai senjata dan berbagai benda yang ada sebagai senjata. Pendekatan bela diri ini dibagi tiga langkah: Hadapi ancaman, cegah lawan untuk melakukan serangan kedua, dan netralkan lawan.

3. Taekwondo, Korea

Taekwondo, Korea

Tekwondo memiliki arti “jalan kepalan dan kaki”, beladiri ini berkembang pesat pada setelah era PD II, ketika Jepang mengakhiri pendudukan atas Korea. Bela diri ini terkenal atas tendangannya yang mencengangkan, dan menggabungkan antara kemampuan fisik dan kekuatan mental. Pemengang sabuk hitam beladiri ini mencapai 3 juta orang di seluruh dunia.

4. Kung fu, Cina

Kung fu, Cina

Bela diri cari Cina ini berarti secara harfiah: Kesuksesan yang diraih dengan jalan yang berat dan panjang, dan merupakaan beladiri paling tua di dunia. Semenjak diperkenalkan oleh Kaisar Huangti, 2,698 sebelum Masehi, telah berkembang puluhan ribu aliran Kungfu. Secara tradisional, beladiri ini diajarkan oleh para biksu Shaolin, dengan penekanan utama pada moralitas dan filosofi, dimana nilai kerendahan hati, kepercayaan, dan kesabaran, serta penghormatan di tekankan.

5. Muay Thai, Thailand

 

Muay Thai, Thailand

Mirip sekali dengan kickboxing, tapi bedanya, pukulan dibawah sabuk, siku dan dan lutut semua boleh dipergunakan. Muay Thay susah sekali diperkirakan kapan tepatnya lahir kapan, tapi berbagai elemen dari beladiri ini dapat ditemui di beladiri Jepang dan India. Popularitas beladiri ini mulai muncul pada 1800an. Secara tradisi, bela diri ini sangat terstruktur, dengan berbagai ritual yang menunjukkan penghormatan kepada lawan. Sekarang beladiri ini lebih berfokus sebagai penggunaan badan sebagai senjata, kepalan, tulang kering, siku, lutut, dan berbagai hal lain untuk mengalahkan lawan. Inilah yang membuat bela diri ini berharga, karena semua bagian tubuh dapat digunakan sebagai senjata.

6. Capoeira, Brazil

Capoeira, Brazil

Capoeira adalah sebuah sistem bela diri tradisional yang didirikan di Brazil oleh budak-budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebunan besar. Pada zaman dahulu mereka melalukan latihan dengan diiringi oleh alat-alat musik tradisional, seperti berimbau (sebuah lengkungan kayu dengan tali senar yang dipukul dengan sebuah kayu kecil untuk menggetarkannya) dan atabaque (gendang besar), dan ini juga lebih mudah bagi mereka untuk menyembunyikan latihan mereka dalam berbagai macam aktivitas seperti kesenangan dalam pesta yang dilakukan oleh para budak di tempat tinggal mereka yang bernama senzala.

Ketika seorang budak melarikan diri ia akan dikejar oleh “pemburu” profesional bersenjata yang bernama capitães-do-mato (kapten hutan). Biasanya capoeira adalah satu-satunya bela diri yang dipakai oleh budak tersebut untuk mempertahankan diri. Pertarungan mereka biasanya terjadi di tempat lapang dalam hutan yang dalam bahasa tupi-guarani (salah satu bahasa pribumi di Brazil) disebut caá-puêra – beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa inilah asal dari nama seni bela diri tersebut.

7. Pencak Silat, Indonesia

Pencak Silat, Indonesia

Pencak silat atau silat (berkelahi dengan menggunakan teknik pertahanan diri) ialah seni bela diri Asia yang berakar dari budaya Melayu. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura tapi bisa pula ditemukan dalam berbagai variasi di berbagai negara sesuai dengan penyebaran suku Melayu, seperti di Filipina Selatan dan Thailand Selatan.

Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid. Karena hal itulah catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Di Minangkabau, silat atau silek diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar, di kaki Gunung Marapi pada abad XI.[1] Kemudian silek dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara.