Piala AFF Memiliki Sejarah Penting Bagi Indonesia

Sepak bola adalah olahraga paling banyak diminati di dunia, tidak pandang kalangan mulai anak kecil, remaja, dan dewasa banyak yang menyukai permaian olahraga yang satu ini. Tidak hanya laki-laki namun perempuan juga telah banyak bermain dalam permain olahraga yang satu ini. Permainan yang dilakukan diatas rumput hijau yang luas dan memiliki dua babak dalam kurun waktu 90 menit itu membuat para pemain semakin lincah dalam berlari untuk merebut bola. Banyak nya ajang piala yang direbut membuat banyak klub sepak bola semakin berlatih lebih keras dan ingin mendapatkan kedudukan yang tinggi.

2  3

Berbicara soal bola dan ajang piala yang diperebutkan, kemarin tepatnya pada tanggal 14/12/2016 hari rabu, Indonesia unggul atas Thailand 2-1 dalam ajang final piala AFF 2016. Permainan yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat yang dipenuhi oleh ribuan manusia yang mendukung Timnas Indonesia dan Timnas Thailand itu menjadi semakin semangat saat memberikan dukungan kepada para pemain dari Timnas nya masing-masing. Pada babak pertama gawang Meiga Timnas Indonesia kebobolan oleh pemain dari Thailand, pemain Indonesia semakin semangat dan tidak menyerah begitu saja. Pada babak selajutnya Timnas Indonesia tidak ingin kalah dengan Thailand dan berhasil dua kali membobolkan gawang Kawin Timnas Thailand yang berhasil membawa Indonesia unggul dalam final pertama melawan Thailand.

1

Sebelum babak final pertama yang membawa Indonesia unggul 2-1 atas Thailand, pada babak semifinal pertama Timnas Indonesia berhasil unggul 2-1 melawan Vietnam. Dan pada babak semifinal yang kedua Indonesia melawan Thailand dan memiliki skor yang sama 2-2. Ajang piala AFF yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini tidak pernah membawa Timnas Indonesia dalam kemenangan. Cerita panjang yang dilalui para pemain Timnas Indonesia dalam piala AFF membuat sejarah yang tak terlupakan. Turnamen antar negara Asia Tenggara ini, yang dulu dikenal dengan nama Piala Tiger, dilangsungkan setiap dua tahun sekali, lebih sering ketimbang pentas antar negara lain seperti Piala Asia, Eropa, atau bahkan dunia.

Semenjak bergulir pertama kali tahun 1996, sudah 10 kali kompetisi antar negara Asia Tenggara ini berlangsung.
Tahun ini, turnamen ini akan kembali digulirkan, dengan Myanmar serta Filipina akan menjadi tuan rumah bersama. Lalu momen-momen apa saja yang pernah terjadi pada tim nasional Indonesia di ajang ini dan tak akan pernah terlupakan sepanjang masa?

Kontroversi sepakbola gajah – AFF 1998

Demi menghindari lawan yang dianggap lebih sulit di semifinal, Indonesia dan Thailand mementaskan sebuah sandiwara paling buruk dan menyedihkan di ajang sepakbola Asia Tenggara. Menjelang laga terakhir fase grup, kedua negara ini sudah memastikan diri akan lolos ke semifinal. Uniknya, keduanya ingin menjadi runner-up grup karena ingin menghindari Vietnam, yang sudah memastikan diri sebagai juara grup sebelah. Alias keduanya merasa harus kalah di pertandingan ini.

90 menit berjalan dan catatan kelam pun tertulis dalam sejarah sepakbola Asia Tenggara. Indonesia melengkapi ini semua dengan gol bunuh diri yang menyedihkan, dirayakan di lapangan. Sebuah tragedi absurd yang harus kita doakan tidak akan pernah terjadi lagi. Menariknya, dan mungkin memang seharusnya, kedua tim ini akhirnya tumbang dengan manis di semifinal. Indonesia tereliminasi oleh lawan yang mereka pilih sendiri yaitu Singapura.

Gol kemenangan dramatis Gendut Doni – AFF 2000

Dua tahun usai gelaran di Ho Chi Minh City, tim nasional kebanggaan kita kembali lolos ke semifinal dan bertemu dengan lawan kuat, Vietnam. Laga ini berlangsung dramatis, dengan Indonesia unggul 2-1 atas Vietnam lewat gol Gendut Doni dan Matheus Nurdiantara hingga menit ke-90. Tak mau begitu saja melepaskan peluang lolos ke final, Vu Cong Tuyen mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir yang membuat laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Drama kembali terjadi menjelang berakhirnya dua kali 15 menit tambahan di laga ini. Tetapi kali ini Gendut Doni yang mencetak keadaan dramatis dengan golnya di menit ke 120. Meski Indonesia kemudian kalah dari Thailand di final, turnamen ini tidak akan saja dilupakan oleh Gendut Doni, karena ia berhasil menyabet gelar pencetak gol terbanyak bersama Worrawoot Srimaka.

Rekor kemenangan terbesar atas Filipina – AFF 2002

Hasil paling luar biasa yang pernah diciptakan oleh tim nasional Indonesia dalam sejarah Piala AFF. Tidak tanggung-tanggung, 13 gol tercipta ke gawang The Azkals dan sang lawan hanya mampu membalas dengan satu gol saja. Keperkasaan tim Merah Putih ini disaksikan para pendukung sendiri di Gelora Bung Karno.

Pahlawan di pertandingan ini adalah Bambang Pamungkas dan Zaenal Arif yang benar-benar memanfaatkan lini belakang Filipina yang seolah tidak ada sama sekali dengan menciptakan 4 gol. Untuk masing-masing. Entah kapan lagi kita bisa menyaksikan Indonesia tampil dengan dominan semacam ini.

Membungkam Malaysia di Bukit Jalil – AFF 2004

Indonesia secara mengejutkan kalah 1-2 dari Malaysia di Gelora Bung Karno pada pertemuan pertama semifinal AFF 2004. Gol cepat Kurniawan Dwi Yulianto, yang dicetak di menit ke-6, bisa dibalas dua gol oleh Liew Kit Kong yang dicetak pada menit ke-28 dan 47. Hasil ini membuat Malaysia diunggulkan untuk lolos ke final, dan Indonesia pun wajib menang di leg kedua di Bukit Jalil kalau mau lolos ke final.

Selang enam hari usai pertandingan di Gelora Bung Karno, harapan Garuda untuk lolos ke final sepertinya benar-benar hampir hilang ketika Muhamad Khalid Jamlus mencetak gol di menit ke-28 untuk tuan rumah. Tapi Indonesia memang pantang menyerah, dan usaha mereka pun terbayar di babak kedua. Empat gol sukses diciptakan oleh Kurniawan, Charis Yulianto, Ilham Jaya Kesuma, dan Boaz Solossa di 45 menit kedua – tiga gol di antaranya bahkan dicetak dalam waktu 10 menit. Indonesia pun lolos dengan agregat 5-3 dan bertemu dengan Singapura di laga puncak, di mana Garuda menahbiskan diri sebagai spesialis runner-up karena lagi-lagi kalah di final dalam tiga turnamen secara beruntun.

Kekalahan Menyakitkan dari Malaysia di final – AFF 2010

Sebelum dua turnamen menyedihkan di 2012 dan 2014, saat timnas Indonesia bahkan tidak mampu lolos dari fase grup, AFF 2010 menyisakan kenangan yang sempat cukup manis, meski berakhir menyedihkan (juga). Ini adalah Piala AFF terakhir di mana Indonesia bisa terus melaju hingga laga final. Sebelum, lagi-lagi, harus puas dengan status runner-up.

Sempat membantai Malaysia 5-1 di fase grup, Indonesia jelas menjadi unggulan kuat saat harus bertemu kembali dengan rival/tetangga/musuh berbuyutan abadi ini di laga puncak. Sayangnya, tim yang memperkenalkan kita semua dengan Irfan Bachdim ini takluk telak 0-3 di leg pertama final di Bukit Jalil. Merah putih akhirnya memang mampu mengakhiri turnamen dengan kemenangan 2-1 di Gelora Bung Karno, tapi tetap tidak cukup untuk memastikan gelar perdana di AFF sepanjang sejarah datang ke Indonesia.

Gol fenomenal Andik Vermansyah – AFF 2012

Piala AFF 2012 memang bukan turnamen yang indah bagi Indonesia karena mereka bahkan gagal lolos ke semifinal. Kisruh sepakbola di dalam negeri membuat Nil Maizar sang pelatih kepala tak bisa membawa skuat yang benar-benar siap untuk menghadapi turnamen ini – bahkan meski diperkuat beberapa pemain naturalisasi, yaitu Raphael Maitimo, Tonnie Cusell, dan Jhon van Baukering. Tapi setidaknya ada satu kenangan manis yang tercipta dari turnamen ini, dan itu adalah gol fenomenal Andik Vermansyah.

Dalam laga melawan Singapura di laga kedua fase grup, skor masih imbang 0-0 hingga menit 88, ketika Sun Jiayi melakukan pelanggaran di sisi kiri penyerangan Indonesia. Andik pun menjadi eksekutor tendangan bebas. Dengan bantuan rekan seklubnya di Persebaya, M. Taufiq, Andik melepaskan tendangan yang melambung tinggi ke tiang jauh dan gagal dibaca oleh Izwan Mahbud, kiper Singapura. Gol indah yang memberikan harapan bagi Indonesia lolos ke semifinal, sebelum harapan itu dikubur dalam oleh Malaysia yang mengalahkan Garuda 2-0 di laga terakhir grup.

Tragedi Hanoi – AFF 2014

Di beberapa nomor sebelumnya, Indonesia tercatat sukses menciptakan kemenangan terbesar saat menghadapi Filipina dengan 13 gol-nya. Yang terjadi di Hanoi dua tahun silam malah sebaliknya dan memberikan sebuah catatan kelam bagi sepakbola Indonesia. Sebuah pukulan telak yang amat sangat menyakitkan.

Tidak 13 gol memang. Cukup empat gol tanpa balas saja. Sebuah pertandingan yang menyisakan trauma batin besar bagi banyak fans tim nasional Indonesia. Filipina secara tradisi bukanlah rival utama, dan malah merupakan lumbung gol Indonesia. Kekalahan dengan angka setelak ini hanya memastikan satu kenyataan paling pahit yang sudah ditakutkan banyak orang: sepakbola Indonesia semakin mundur, dan bahkan tak mampu berbuat banyak di Asia Tenggara.

timnas-indonesia-di-piala-aff-2014_20160729_230411

Itulah beberapa sejarah yang tak terlupakan dari Timnas Indonesia dalam mengikuti ajang piala AFF yang sangat bergengsi di Asia Tenggara. Semoga Timnas Indonesia terus bangkit dan dapat melambungkan nama Timnas Indonesia kepada dunia bahwa Indonesia juga memiliki pemuda-pemuda sepak bola yang berbakat. Semoga tahun ini Timnas Indonesia membuat sejarah yang tidak akan terlupa kan sampai kapan pun dan bisa membawa pulang piala AFF ke Indonesia.