Berbeda Dengan Yang Lain, Cat Kuku Ini Punya Rasa Yang Tidak Biasa

Jika berbicara mengenai perintilan-perintilan kecantikan untuk wanita pasti tidak akan ada habis bukan? Ketika anda di suruh untuk memilih tampil tanpa make-up atau tampil tanpa busana yang bagus, apa yang bakalan anda pilih? Hmmm, pasti sangat sulit untuk menentukannya pilihannya kan? Wanita selalu dikenal dengan kecantikan nya, mau natural ataupun full make-up wanita harus tetap kelihatan cantik mau itu di depan sang kekasih ataupun orang banyak. Banyak wanita yang rela menghabiskan banyak uang nya hanya untuk memuaskan bantin nya agar kelihatan cantik dan menjadi pusat perhatian banyak orang di dekat nya. Wanita memang dilahirkan untuk menjadi cantik, jadi tidak heran bila wanita selalu mengikuti tren-tren yang ada pada setiap tahun nya.

1

Tapi, tahukah anda bahwa sampai saat ini masih banyak wanita diluaran sana baik wanita biasa maupun para seleb yang mengikuti tren jaman dahulu seperti mewarnai rambut dan kuku nya. Tak sedikit orang yang rela mewarnai rambut yang hitam nya menjadi warna-warna yang lebih hidup. Namun, tak hanya mewarnai rambut, ternyata mewarnai kuku juga merupakan hal yang harus dilakukan wanita agar menambah kecantikan nya yang haqiqi. hehehe. Tetapi, apakah anda tahu, bahwa cat kuku sudah ada sejak jaman mesir kuno lho, ngga percaya? Simak artikel ini hingga selesai.

Sejarah Cat Kuku

Mewarnai kuku sudah dilakukan sejak zaman Mesir kuno. Tujuannya adalah untuk membuat kuku tampak lebih cantik dan sebagai pelengkap penampilan. Nefertiti dan Cleopatra adalah ratu-ratu cantik yang gemar mewarnai kukunya. Bila Nefertiti gemar warna merah ruby, Cleopatra senang dengan warna merah hati. Pada zaman itu seluruh wanitanya sudah mengoleskan pewarna pada kuku masing-masing. Namun, hanya kalangan bangsawan yang diperbolehkan memoles kuku dengan warna terang.

Pewarna kuku yang saat itu dikenal dengan nama henna, tidak hanya dipakai oleh para wanita yang masih hidup. Henna yang menghasilkan warna cokelat kemerahan juga digunakan untuk mewarnai kuku-kuku Firaun Mesir yang sudah dimumikan. Tujuannya bukan lagi untuk memperindah, tetapi untuk mengawetkan kuku-kuku mereka. Penggunaan henna ini dianggap sebagai pewarna atau cat kuku yang paling tua.

4

Ternyata, asal mula cat kuku ini tidak hanya dimulai di Mesir. Pada 600 SM, di sebuah negara di bagian bumi yang lain, para wanitanya juga sudah mengenal warna kuku. Negara itu adalah China. Sejak zaman Dinasti Chou, wanita-wanitanya telah terbiasa memoles kuku. para wanita di China menggunakan pewarna kuku berwarna metalik untuk membedakan para bangsawan dengan rakyat biasa. Bahan yang digunakan adalah putih telur, beeswax, gelatin, dan gum arabic. Bahan-bahan tersebut dicampur dengan bunga-bunga yang sudah dihancurkan, lalu dicampur dengan tawas. Bunga yang biasa digunakan adalah anggrek dan daun bunga. Untuk menggunakannya, bubuk atau krim pewarna kuku tersebut dibungkus dengan kain ke kuku atau menggunakan kain sebagai alat memolesnya.

Efek warna yang dihasilkan dari bahan-bahan ini, berubah-ubah. Sesaat setelah dibubuhkan ke kuku, ramuan ini memberi efek warna merah muda. Setelah didiamkan selama satu hari, warna berubah menjadi merah. Warna lain yang sering digunakan oleh wanita-wanita China pada zaman itu adalah warna perak dan emas. Nitroselulosa (bahan utama cat kuku modern) sendiri baru dikenal pada masa Perang Dunia I ketika Amerika Serikat mendapatkan paten bahan kimia ini dari Jerman. Sejak saat itu cat kuku berwarna pink mulai dibuat.

Pada abad 20-an, istilah “menikur” pun mulai dikenal. Seiring berkembangnya waktu, pewarna kuku yang juga disebut sebagai cat kuku, digunakan oleh orang-orang zaman modern. Artis-artis kelas dunia tak pernah ketinggalan mewarnai kuku-kukunya. Hal ini terjadi sejak pewarna kuku modern muncul, yaitu pada 1920. Perlengkapan kecantikan yang modern ini pertama kali ditemukan oleh Michelle Menard. Meskipun cat kuku sudah lama dikenal, pada saat itu hanya ada satu warna cat kuku, yaitu hitam, dan menjadi populer di Perancis.

Nah, pada saat itu China dan Mesir kuno mempunyai bahan yang berbeda untuk memperindah kuku mereka dimana mesir kuno menggunakan henna yang warna nya lebih kelihatan merah beda dengan China yang lebih ke merah muda. Jika kita bandingkan dengan saat ini, cat kuku yang di gunakan pada jaman dahulu masih sangatlah alami berbeda dengan jaman sekarang. Pada saat zaman dinasti Chou, para wanita China menggunakan cat kuku dengan putih telur, namun pada saat ini banyak orang yang meracik cat kuku dengan bahan kimia sehingga memiliki bau yang menyengat seperti pemakaian alkohol sehingga saat ingin makan menggunakan tangan rasa yang dihasilkan tidak lah enak. Namun, tidak semua cat kuku memiliki rasa ataupun bau yang tidak enak. Karena cat adalah salah satu tren fashion yang tidak pernah ada mati nya, salah satu brand membuat atau meracik cat kuku menggunakan bahan alami dan bisa di makan lho, masa cat kuku dimakan ya. Tapi, untuk mengurangi rasa penasaran, mari kita baca guys!.

Prosecco, Cat Kuku rasa Wine

 

2

Cat kuku tak hanya warna-warni tetapi juga punya citarasa. Kini ada cat kuku rasa wine Prosecco. Lebih unik tanpa kalori dan tak bikin mabuk. Cat kuku Prosecco, cat kuku yang punya rasa pertama di dunia. Prosecco adalah white wine asal Italia. Popularitasnya melonjak dalam beberapa tahun terakhir sebagai pilihan alternatif Champagne dengan harga terjangkau. Terutama bagi para peminum alkohol di Inggris. Bagi yang suka melakukan perawatan kuku sekaligus penggemar alkohol, ada cat kuku rasa wine. Terdengar aneh sekaligus unik, inovasi ini adalah hasil karya perusahaan e-commerce Groupon.

Cat kuku ini berwarna emas dengan glitter dan punya rasa Prosecco dan mengandung prosecco asli. Perusahaan Groupon mengklaim bahwa cat kuku ini dibuat dengan prosecco asli dengan bau dan rasa yang sama. Dengan kilau emas halus, anda aman untuk menjilat rasanya tanpa harus merasa pusing keesokan paginya. Dalam website resminya, Groupon menulis ‘Untuk merayakan Hari Ibu, kami menciptakan cat kuku pertama yang bisa dimakan dengan rasa wine Prosecco, Prosecco Polish.’

Disebutkan juga, cat indah dengan kemasan nuansa kilau emas ini boleh dijilat, memberi rasa Prosecco yang enak tanpa menyebabkan mabuk. Video promosi produk juga menyatakan bahwa Prosecco Polish bebas kalori. Namun meskipun dapat dimakan, produk menyarankan jangan meminum cat kuku langsung dari botolnya, dan cukup menjilatnya sedikit-sedikit saja. Prosecco Polish terbuat dari alkohol, Prosecco, perasa buatan Prosecco juga propilen glikol, natrium sakarin, kalium aluminium silikat, titanium dioksida dan oksida besi.

Waw, tertarikah anda untuk memiliki nya? Jika saja cat kuku lezat ini ada di Indonesia mungkin para wanita tidak akan melewatkan sensasi cat kuku rasa wine nya ini bukan?