Search for content, post, videos

Deretan Film Jepang Yang Harus Ditonton

Jepang negara maju yang dikenal banyak orang di dunia akan keindahan pohon sakura nya. Jepang memiliki teknologi yang canggih, kereta api yang super cepat, dan tempat wisata yang indah. Namun dalam dunia perfilman saat ini Jepang juga tidak terkalah kan dengan negara-negara lainnya.

Pembuatan film Jepang telah mengalami kebangkitan sejak pertengahan 1990-an, meningkatkan harapan bahwa sinema Jepang bisa dinikmati dengan baik dan bangkit kembali pada masa keemasan nya dahulu. Berikut ini pilihan film Jepang yang menaikan kembali pada masa keemasan film Jepang dan menampilkan budaya, nilai-nilai negara Jepang.

Ring (1998)

1

Ring adalah film horor terbaik Jepang pada masa nya, membuat penonton yang menoton film tersebut ketakutan. Pada masa nya film Ring memiliki penggemar yang cukup banyak, membuat film horor Jepang ini menjadi populer. Film Ring mencertitakan anak perempuan yang dibunuh oleh ayah nya, dan setiap yang melihat video rekaman tersebut akan di bunuh oleh hantu anak perempuan tersebut sampai kutukan untuk melihat video tersebut hilang.

Battle Royale (2000)

2

Film ini bercerita tentang Jepang pada suatu masa, di mana pada masa itu terjadi kekacauan di mana-mana. Banyak anak-anak berbuat kenakalan dan kekacauan, sehingga membuat para orang dewasa menjadi takut pada anak-anak. Karena keadaan inilah, pemerintah Jepang membuat sebuah program bernama Battle Royale untuk mengurangi jumlah remaja.

Dalam program ini, dipilih satu kelas (kelas 3 SMP) yang dipilih secara acak dari semua sekolah yang ada di Jepang. Pada tahun tersebut, kelas yang terpilih adalah kelas 3B SMP Shiroiwa. Jadi mereka ditipu sedang melakukan perjalanan wisata, padahal mereka dibawa ke sebuah pulau yang penghuninya sudah diungsikan ke tempat lain. Di situ, mereka diberitahu mengenai program Battle Royale itu oleh seorang guru yang menjadi pengawas program ini, Kitano sensei (Kitano Takeshi).

Mereka disuruh untuk saling membunuh satu sama lain sampai tersisa satu orang dengan batas waktu 3 hari. Jika sampai 3 hari tidak tersisa satu orang, maka kalung yang dikenakan pada mereka akan meledak dan mereka semua akan mati.

Spirited Away (2001)

3

Spirited Away adalah sebuah film tahun 2001 yang disutradarai sutradara anime dan mangaka Jepang Hayao Miyazaki yang dibuat di Studio Ghibli. Spirited Away dirilis di Jepang pada Juli 2001, menarik penonton sebanyak sekitar 23 juta dan meraup pendapatan sebesar 30 miliar yen, mengalahkan Titanic untuk menjadi film tersukses dalam sejarah Jepang. Film ini memenangkan penghargaan Oscar pada tahun 2002 dalam kategori Film Animasi Terbaik dan menjadi anime pertama yang meraih penghargaan dalam kategori tersebut. Film ini juga memenangi Penghargaan Beruang Emaspada Pesta Film Internasional Berlin 2002 (bersama Bloody Sunday).

Cihiro adalah gadis berusia sepuluh tahun yang pindah ke kota lain bersama orang tuanya. Dia tidak begitu senang dengan rencana kepindahan tersebut dan hanya mempertimbangkan bagaimana rencana tersebut memengaruhi dirinya, mengeluh tentang semuanya termasuk sekolah barunya sampai buket bunga yang telah diberikannya kepada teman-temannya sebagai hadiah. Ketika sedang mencari rute yang lebih dekat ke rumah baru mereka, Ayah Chihiro mengendara ke jalan kecil yang berakhir ke bangunan misterius. Orang tua Chihiro penasaran dan masuk melewatigerbang yang gelap dari bangunan tersebut. Di sisi lain, mereka menemukan apa yang mereka asumsikan sebagai taman bermain yang sudah ditinggalkan, yang nantinya disingkap bahwa tempat itu sebenarnya perbatasan antara dunia arwah dan dunia manusia.

The Taste Of Tea (2004)

4

The Taste of Tea adalah film ketiga karya penulis dan sutradara Jepang Katsuhito Ishii. Film tersebut disebut sebagai versi “esurreal” dari Fanny and Alexander karya Ingmar Bergman. Film tersebut terpilih pada Festival Film Cannes. Film tersebut berkisah tentang kehidupan keluarga Haruno, yang tinggal di pedesaan Prefektur Tochigi, sebelah utara Tokyo. Film yang disutradarai Katsuhito Ishii ini, memenangkan penghargaan di festival film internasional, ini adalah sebuah contoh film yang luar biasa menarik dan mempengaruhi banyak pembuat film Jepang sekarang.

Nobody Knows (2004)

5

Nobody Knows atau judul Jepang nya Dare mo shiranai adalah sebuah film Jepang yang dirilis tahun 2004. Film yang disutradarai oleh Hirokazu Koreeda ini mengambil ide cerita dari peristiwa nyata tahun 1988 yang dijuluki “Peristiwa Empat Anak-anak Terlantar Nishi-Sugamo”. Empat anak, masing-masing mempunyai ayah yang berbeda namun ibu yang sama, ditelantarkan oleh sang ibu. Keempat anak tersebut terpaksa bertahan hidup di Jepang yang modern dengan suka duka masing-masing.

Departures (2008)

6

Daigo Kobayashi (Masahiro Motoki) adalah seorang pemain cello di sebuah orkestra di Tokyo. Pada suatu hari, ia kehilangan pekerjaan setelah orkestra tempatnya bergabung dibubarkan secara tiba-tiba. Setelah sadar kemampuannya dalam bermain cello hanya biasa-biasa saja, ia memutuskan untuk mengakhiri karier sebagai pemusik. Cello yang dulu dibeli seharga 18 juta yen dijual. Bersama istrinya, ia pulang ke kota kelahirannya di Sakata, Prefektur Yamagata.

Ketika sedang mencari pekerjaan, ia melihat lowongan kerja dari perusahaan yang sedang mencari orang yang bisa membantu bidang “perjalanan”, dan gajinya pun terbilang bagus. Nama perusahaan tersebut adalah NK Agent. Daigo mengira NK Agent adalah sebuah biro perjalanan. Ketika diwawancara, ia baru tahu bahwa NK adalah singkatan untuk noukan, yang dalam bahasa Jepang berarti memasukkan ke peti mati. Di tengah kebimbangan, ia langsung diterima bekerja. Sebagai pemikat, ia langsung diberi uang 20.000 yen dan direktur langsung menawarkan gaji sebesar 500.000 yen per bulan. Daigo tidak bisa menolak lagi, dan setuju untuk bekerja sebagai perias jenazah. Ketika kembali di rumah, ia tidak berani berterus terang kepada istrinya. Ia hanya berkata diterima bekerja di perusahaan bidang “upacara”. Di tempat kerjanya yang baru, Daigo ditugaskan berperan sebagai jenazah. Rumah duka tempatnya bekerja sedang membuat DVD tentang penjelasan tata cara penanganan jenazah. Pekerjaan pertamanya adalah menangani wanita tua yang meninggal dalam kesendirian, dan jenazahnya baru ditemukan dua minggu setelah meninggal. Daigo ingin minta berhenti, namun sulit baginya karena ia terus menerima uang setiap hari. Daigo akhirnya memutuskan untuk terus bekerja, dan mulai menyukai pekerjaan barunya.

Pada suatu hari, DVD yang berisi Daigo sedang berperan sebagai jenazah ditonton oleh istrinya, dan rahasianya sebagai petugas rumah duka terbongkar. Daigo lalu diminta berhenti bekerja. Permintaan sang istri tidak didengar Daigo hingga sang istri pergi dan pulang ke rumah orang tuanya. Salah seorang kawan dekat Daigo bernama Yamashita juga ikut tidak mau lagi berteman dengan Daigo. Setelah beberapa lama, sang istri kembali, dan memberi tahu dirinya sedang hamil. Istri Daigo ternyata masih meminta Daigo untuk berhenti bekerja. Tiba-tiba, ada telepon dari kantor tempat Daigo bekerja. Ibu Yamashita meninggal dunia, dan Daigo diminta untuk menanganinya.

Our Little Sister (2015)

7

Film yang dibuat berdasarkan manga karya Akimi Yoshida berjudul Umimachi Diary (Our Little Sister) ini berkisah tentang 3 saudara perempuan yang tinggal dalam satu atap di kota Kamakura, Jepang. Mereka hanya tinggal bertiga karena kedua orangtuanya bercerai ketika mereka masih muda.

Cerita mulai terbentuk ketika mendapatkan kabar bahwa ayah mereka telah meninggal. Saat mengunjungi pemakaman sang ayah, ia bertemu dengan Suzu Asano (Suzu Hirose) yang ternyata merupakan saudara tiri mereka. Gadis yang berusia 14 tahun tersebut akhirnya diajak untuk tinggal bersama dengan 3 saudara perempuan tadi karena tidak ada yang merawatnya. Maka, merekapun tinggal berempat dalam 1 rumah dengan berbagai kisah dan keseruan.