Search for content, post, videos

Negara Yang Tidak Mewajibkan Pajak Penghasilan Bagi Rakyat

Pajak adalah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum. Di Indonesia sendiri pajak wajib untuk di bayar dan akan di pergunakan untuk kepentingan pembangunan sarana umum seperti: jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/puskesmas, dan kantor polisi dibiayai dari pajak. Bagi Indonesia, pajak termasuk salah satu pilar penerimaan negara yang paling diandalkan untuk pembangunan nasional.

Di sisi lain, tingkat kepatuhan warga negara menjalankan kewajiban membayar pajak diakui masih rendah.
Warga negara Indonesia yang berpenghasilan Rp 15,8 juta setahun, tidak diwajibkan membayar pajak penghasilan. Bahkan, pemerintah dan DPR tengah menggodok kebijakan menaikkan penghasilan tidak kena pajak. Kemungkinan besar, nantinya masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp 2 juta, tidak harus membayar setoran ke negara.

Terlepas dari itu semua, ternyata ada beberapa negara yang sama sekali tidak mewajibkan (menarik uang) pajak bagi warga negaranya. Negera-negara mana sajakah itu? Salah satunya adalah Qatar. Qatar merupakan salah satu negara terkaya dengan pendapatan per kapita paling tinggi di dunia. Semua itu berkat hasil sumber minyak bumi dan gas melimpah yang dikelola secara maksimal. Dan berikut ini beberapa negara yang tidak mewajibkan membayar pajak bagi masyarakatnya.

1. Uni Emirat Arab (UEA).

1

UEA termasuk negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia, menembus USD 48.200 atau sekitar Rp 457,9 juta. Negara ini tidak mengenakan pajak penghasilan pribadi. Penerimaan negara diperoleh dari perusahaan minyak. Hal ini wajar mengingat UEA sebagai negara terbesar ketiga pengekspor minyak mentah. Perusahaan minyak dikenakan pajak hingga 55 persen. Sedangkan bank asing diwajibkan membayar pajak 20 persen. Hasilnya, pajak minyak memberi sumbangan 80 persen untuk penerimaan negara pada 2010.

Penerimaan negara lainnya berasal dari bea cukai 12 persen. UEA mengenakan pajak 50 persen untuk minuman beralkohol. Jika seseorang mengantongi izin dan beli untuk minum di rumah, akan dikenakan tambahan pajak 30 persen lagi. Pekerja ekspatriat tidak membayar biaya keamanan sosial, tapi warga negara UEA harus membayar kontribusi bulanan sebesar 5 persen dari penghasilan mereka untuk biaya keamanan sosial. Pengusaha yang mempekerjakan warga negara UEA diwajibkan membayar kontribusi bulanan 12,5 persen dari gaji pokok karyawan untuk biaya keamanan sosial dan dana pensiun.

2. Qatar

qatar

Qatar merupakan salah satu negara terkaya dengan pendapatan per kapita paling tinggi di dunia. Semua itu berkat hasil sumber minyak bumi dan gas melimpah yang dikelola secara maksimal. Karena pendapatan negara sudah cukup tinggi, setiap warga negaranya tidak diharuskan untuk membayar pajak.

3. Oman

oman

Seperti negara Timur Tengah lainnya, Oman juga tercatat sebagai penghasilan minyak mentah terbesar dunia. Pada April lalu, pendapatan Oman dari minyak meningkat 35 persen menjadi USD 8,49 miliar atau setara Rp 80,66 triliun. Hasil minyak menyumbang 71 persen terhadap penerimaan negara. Meski tidak ada pajak penghasilan pribadi atau pajak capital gain, warga negaranya harus memberikan 6,5 persen dari gaji bulanan untuk biaya keamanan sosial. Biaya materai 3 persen dibebankan untuk setiap pembelian properti.

4. Kepulauan Cayman

Caymans

Cayman adalah negara kepulauan yang masih dalam wilayah negara seberang Britania Raya. Pendapatan utama negara ini bersumber dari potensi lautnya dan tujuan wisata yang cukup populer di dunia. Tidak ada potongan pajak penghasilan maupun kontribusi untuk jaminan sosial bagi setiap warga negaranya. Namun begitu, masih ada kewajiban untuk membayar biaya khusus untuk barang impor yang berkisar hingga 25 persen.

5. Kuwait

kuwait

Negara Timur Tengah lain yang juga mengandalkan penerimaan negara dari sumber daya alam, khususnya minyak adalah Kuwait. Negara ini tercatat sebagai eksportir minyak terbesar keenam di dunia. Pendapatan Kuwait dari minyak bumi selama April-November 2011 mencapai USD 63,5 miliar atau setara Rp 603,25 triliun. Jumlah tersebut 95 persen dari total penerimaan negara. Meski tidak mengenakan pajak penghasilan, pemerintah Kuwait mengharuskan warga negaranya membayar 7,5 persen dari gaji untuk biaya keamanan sosial. Sedangkan untuk perusahaan harus membayar 11 persen. IMF sudah merekomendasikan agar Kuwait menerapkan pajak pertambahan nilai dan sistem pajak penghasilan komprehensif.

6. Bahama

bahama

Dari Karibia, Bahama termasuk negara yang sangat mengandalkan perekonomiannya dari sektor pariwisata dan perbankan. Sekitar 70 persen penerimaan negara berasal dari bea cukai barang impor. Bahama tidak mengenakan pajak penghasilan pribadi, tapi pekerja harus memberikan 3,9 persen dari gajinya hingga maksimal USD 26.000 setara Rp 247 juta per tahun untuk asuransi nasional. Perusahaan juga harus memberikan 5,9 persen dari gaji karyawan untuk asuransi nasional. Sedangkan untuk wirausahawan dikenakan 8,8 persen. Bahama mengenakan pajak properti sebesar 1 persen.